Thesman nababan's Blog

Just another WordPress.com weblog

Cerita Misteri Indonesia Kumpulan cerita hantu, cerita seram, gambar hantu Indonesia. Februari 24, 2010

Filed under: Uncategorized — thesmannababan @ 9:24 am

Rumah Disamping Pemakaman Umum

Published under ,

Masih seputar RUMAH. Ada tuh rumah bokap juga yg d tinggalin ma karyawan d daerah luar kota lah… Sebelahnya persis tuh kompleks perumahan masa depan ( alias pemakaman umum ). Cuma sebates tembok doank, sekarang sih yg tinggal d sono biasa2 aja, termasuk gw kalo pas d sana kerasa biasa2 aja. Tapi dulu pas rumah itu baru aja jadi, buanyak kjadian yg bikin bgidik walaopun cuma d critain

1. Cerita Pertama
Tiap malem ada aja yg gedor2 pintu depan rumah, mpe bangunin penghuninya, pas d cek selalu kaga ada apa2. Trus dilanjutin ama suara langkah2 d atas ternit ( bagian atap dalem ), kek orang jalan2 gitu. N di kamar mandi nya selalu ada aja makhluk halus yang rutin mandi d sono

2. Cerita Kedua
Ada karyawan gw yg tinggal d sono, malem2 mimpi ketemu cewe cakep bgt ( deskripsi nya gitu doank )… Trus tuh cewe ngajak pergi jalan2 ceritanya, tapi karyawan gw kaga mau… Kbayang tuh kalo dia mau2 aja kalo diajak jalan, d ajak kmana coba..

3. Cerita Ketiga
Ada karyawan gw yang lagi tidur siank di tuh rumah pas lagi ga ada orang, soalnya lainnya pada di luar… Dia cerita kalo dia “Ketindihan” alias ga bisa gerak, bukan itu nya yg ngeri tapi pas d depan wajahnya dia ditempel ama wajah serem : matanya melotot gede, terus gigi tuh makhluk gede2 abis, badannya gede kayak sengaja nindihin karyawan gw mpe gak bisa gerak ma skali, bahkan sampe ada orang rumah pulang, karyawan gw tadi kek orang linglung yang posisi tiduran tapi matanya pandangan kosong, di sapa ma orang rumah tadi kaga nyahut ma skali… Akhirnya karyawan gw yg td coba baca2 doa, mpe beberapa saat makhluk itu lenyap seketika

Baca selanjutnya……

Kuyang si Pemangsa Janin

Published under ,

Percaya atau tidak, ini pengalaman seorang calon ibu diuber-uber kuyang, yang dipercaya masyarakat Tanjung Redep, Kalimantan Timur, sebagai makhluk siluman pemangsa janin dalam kandungan.

Setelah menikah di Jakarta bulan Juni 1994, saya mengikuti suami, kebetulan anggota Polri yang bertugas di Kota Tanjung Redep, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur. Kami berada di kota itu sekitar tiga tahun, dari Juni 1994 – Juni 1996.

Kalau di Bali orang mengenal leak sebagai “hantu siluman” yang dapat membuat orang sakit atau meninggal, maka di daerah Berau, pedalaman Kalimantan Timur, konon ada dukun yang dapat mengubah wujud menjadi binatang, entah kucing atau burung.

Fenomena ini disebut kuyang. Leak dan kuyang memang berbeda. Wujud asli leak konon bisa seorang laki-laki atau perempuan, sedangkan kuyang berwujud asli perempuan saja.
Juga leak Bali sudah canggih-canggih; mereka dapat bersalin rupa menjadi “siluman” motor, mobil, bahkan pesawat. Tapi kuyang hanya dapat berwujud “siluman” burung atau kucing. Sasaran korban leak mulai dari anak kecil sampai orang jompo, sementara kuyang terbatas pada ibu hamil dan bayinya.

Jangan mau diusap perutnya

Maka ketika saya hamil pada awal September 1994, tetangga saya, Bu Sukamto yang asli penduduk Berau, menasihati agar berhati-hati bila bertemu dengan kuyang. Biasanya ia berjalan-jalan pada siang hari untuk mencari mangsa sambil berpura-pura menjajakan barang dagangan.

Ciri-ciri kuyang yang beroperasi di Asrama Polres kami, katanya, seorang wanita berusia sekitar 50-an dan biasanya memakai selendang. Selendang itu untuk menutupi tanda seperti bekas operasi di lehernya. Konon, pada malam hari kepalanya akan memisah dari tubuhnya. Kepala itu akan berubah wujud menjadi burung malam atau kucing.

Dalam memangsa korban, ia tidak pandang bulu dengan usia janin dalam kandungan. Ada beberapa teman yang usia kandungannya baru empat atau lima bulan, kandungannya hilang dimangsa kuyang. Ceritanya, mereka ibu muda seperti saya, dan sebagai pendatang baru di Berau tidak mengetahui cerita tentang sang pemangsa itu.

Pada siang hari, ketika bertemu dengan wanita berselendang itu, perut teman saya diusap-usapnya. Dengan ramah ia bertanya, sudah berapa usia kandungannya. Tanpa curiga, teman saya menjawab, kandungannya baru berusia empat bulan.

Keesokan harinya, ketika bangun tidur, teman saya kaget waktu mengetahui perutnya kembali ke bentuk semula. Ketika memeriksakan diri ke dokter, bayinya sudah benar-benar lenyap tanpa bekas! Hal serupa dialami oleh teman saya yang usia kandungannya lima bulan.

Menurut Bu Sukamto, apabila bertemu wanita itu, dan dia mengusap perut wanita hamil, maka si wanita hamil harus balas mengusap perut si kuyang kembali. Itulah cara melawan kuyang.

Untunglah, selama kehamilan, saya tidak pernah bertemu langsung dengannya, karena ketika ia berkunjung, suami saya selalu berada di rumah. Namun, Bu Sukamto mengingatkan agar saya tetap waspada, sebab kuyang terkenal pantang menyerah sebelum mendapatkan mangsa incarannya. Jalan terakhir yang akan ditempuh adalah saat sang ibu akan melahirkan. Saat itu, ia akan berubah wujud menjadi seekor burung malam atau kucing.

Konon, untuk membedakan kucing biasa dengan kucing jadi-jadian adalah saat ia mendarat di atap rumah. Suara mendaratnya seperti bunyi mobil jatuh, sangat keras dan jelas terdengar. Tentu saja itu akan terdengar kalau kami masih terjaga, dan tidak terkena ajian sirep yang menyebabkan kita tertidur.

Dua hari menjelang melahirkan, tepatnya pada 7 Mei 1995, saya tengah berbincang di ruang makan dengan ibu saya yang baru datang. Hari itu suami saya sudah terlelap tidur, padahal baru pukul 19.30. Hal itu belum pernah dilakukannya. Aneh. Tampaknya, dia terkena sirep. Menjelang pukul 21.00, saat saya pindah duduk, saya mendengar bunyi benda berat jatuh tepat di atap ruang duduk.

Saya tahu kalau itu siluman kuyang. Tapi, saya tidak tahu apa wujudnya, burung atau kucing. Sepuluh detik kemudian yang muncul di kursi yang saya duduki sebelumnya adalah seekor kucing. Dengan matanya yang lapar, ia memandang saya. “Kucing! Kucing!” saya berteriak sekeras-kerasnya sambil cepat-cepat lari keluar.

Suami saya bangun mendengar teriakan saya dan berdiri dengan sempoyongan. Tepat di pintu kamar, ia bertabrakan dengan kucing yang sedang bingung. Suami saya jatuh terjengkang ditabrak kucing siluman.

Para tetangga berdatangan, lalu berteriak dari luar. Ada yang bilang supaya kucing itu diusir saja, ada pula yang mengatakan agar dibunuh saja. Akhirnya, suami saya hanya mengusirnya ke luar lewat pintu depan. Segera kucing itu lenyap tanpa bekas! Selanjutnya, suami dan ibu saya terus berjaga sampai pagi.

Seisi rumah tertidur

Esok harinya, kami memutuskan untuk langsung menginap di rumah sakit supaya aman dari incaran kuyang. Dugaan kami meleset. Menjelang pukul 02.00 ketika sedang jalan-jalan di koridor rumah sakit, saya dan suami melihat wanita tua yang dikenalnya datang dari jauh. Saya disuruh cepat-cepat masuk kamar. Jantung saya berdebar cepat. Tidak pernah saya merasa setakut itu.

Setelah suami saya kembali ke kamar, ia bercerita, si ibu tua itu ngotot mau masuk ke bangsal bersalin. Ketika ditanya keperluannya, dia mengaku sebagai petugas memasak di dapur rumah sakit. Suami saya mengatakan, ia salah arah. Letak dapur bukan di situ tetapi jauh di depan. Dengan setengah memaksa, suami saya menyuruhnya pergi.
Akhirnya, tepat pada 9 Mei 1995 pukul 10.21, saya melahirkan putra pertama dengan selamat. Kami lega. Berakhir sudah “pertarungan” kami mempertahankan bayi dari incaran kuyang.

Akhir tahun 1995, saya hamil kembali. Saya ditinggal oleh suami yang bertugas mengamankan pembangunan pabrik kertas raksasa PT Kiani Kertas di Desa Mangkajang, enam jam perjalanan dengan mobil dari Tanjung Redeb. Saat itu, saya tidak bisa menghindar dari pertemuan dengan siluman kuyang pada siang hari. Untungnya, dia tidak memegang perut saya. Saya pun cepat-cepat menghindar jangan sampai mengobrol dengannya.

Menurut penduduk setempat, orang yang bertatapan mata dengan kuyang akan mendapat kesulitan saat melahirkan. Seorang guru teman saya yang putra asli Dayak, sempat bertemu dan bertatap mata dengan kuyang pada siang hari. Aneh, saat melahirkan ia beserta seisi rumahnya tertidur pulas. Dia hanya bermimpi melahirkan. Tapi ketika ia bangun keesokan harinya, bayi dalam perutnya hilang tanpa bekas! Seisi rumah pun geger!

Saat itu saya hanya berdoa dalam hati supaya kelak dapat melahirkan di luar Pulau Kalimantan. Saya juga percaya, Tuhan tetap lebih berkuasa dari makhluk apa pun di dunia ini. Rupanya, keberuntungan masih berpihak kepada saya. Bulan April 1996, permintaan pindah suami saya diterima. Akhir Juni 1996 kami langsung pindah ke Bali. Sepuluh hari di Bali, saya melahirkan dengan melalui operasi caesar pada 11 Juli 1996.
Saya bersyukur dikarunia sepasang anak, putra dan putri. Namun, yang lebih penting, mereka selamat dari incaran kuyang. Tuhan Mahakuasa dan Mahapengasih

Baca selanjutnya……

Pabrik Roti Kapuas Jaya

Published under ,

Malam itu udara yang panas membuat Giok Liem, sopir pabrik roti Kapuas Jaya, memutuskan untuk tidur di dalam mobil boks yang biasa dibawanya untuk mengantar roti. Pelanggannya tersebar mulai dari Toho, Sie Pinyuk, Tunjungan, Mondhoor, Siantar dan sampai ke Pontianak.

Udara di luar ternyata sama panasnya. Karena nggak bisa tidur, Giok Liem duduk sambil mengipasi badannya. Selagi kipas-kipas, matanya menangkap sesuatu yang bergerak-gerak di kaca spion. Benda tersebut keluar dari bawah tower bak air yang terletak di pojok kanan pabrik, dan bergerak menuju ke arah mobil boks.

Setelah dekat, baru Giok Liem dapat melihatnya. Wujudnya ular yang sangat besar tapi pendek dan kepalanya merupakan kepala manusia yang memakai mahkota. Walaupun semua pintu mobil terkunci rapat, Giok Liem ketakutan setengah mati. Ia bersembunyi di bawah jok kursi dan tidak berani bergerak.

Tapi Giok Liem sempat melihat mulut makhluk tersebut menyemburkan api berwarna merah kebiruan. Ia bisa merasakan ular tersebut mengelilingi mobil dan mencoba memasukinya. Setelah sekian lama tak berhasil, ular tersebut pergi. Giok Liem sempat melihat makhluk tersebut kembali ke bawah tower bak air. Dengan sangat ketakutan Giok Liem turun dari mobil dan lari menuju pabrik.

Digedornya pintu kuat-kuat sambil teriak-teriak sehingga Ny. Sun Fong, juru masak pabrik, dengan tergopoh-gopoh membukakan pintu. “Ada apa sih malam-malam begini teriak-teriak?” tanya Ny. Sun Fong. Setelah berhasil menenangkan diri, Giok Liem bercerita.

Mendengar cerita tersebut, Ny. Sun Fong bergumam, “Anak itu lagi….” Giok Liem sempat mendengar gumamannya dan bertanya apa maksudnya. Akhirnya Ny. Sun Fong bercerita kejadian 20 tahun sebelumnya. “Bangunan pabrik roti ini dulunya adalah rumah keluarga Nam Ho dan jaraknya dengan tetangga-tetangga yang lain sangat jauh,” kata Ny. Sun Fong. “Waktu itu nyonya rumah sedang hamil dan mengidam ingin makan ular sawah. Sebenarnya tidak susah menemukan ular sawah di Kalimantan Barat ini. Tapi entah kenapa Pak Nam Ho tidak mau mencarikannya,” lanjutnya.

Ketika tiba waktunya melahirkan, Ny. Sun lah yang membantunya karena memang ia merupakan tetangga paling dekat. Begitu melihat wujud anaknya yang berbadan ular, Ny. Nam Ho tidak mau mengurusi anaknya. Ny. Sun Fong merasa kasihan, jadi ia yang memberinya makan madu dan telur.

Suatu hari Ny. Sun jatuh sakit selama tiga hari. Begitu ia sembuh dan datang ke rumah Ny. Nam Ho, dilihatnya bayi ular tersebut sudah mati karena tak seorangpun yang memberinya makan. “Lalu Pak Nam Ho menyuruhku mengubur mayatnya di bawah pohon besar yang sekarang menjadi tower bak air,” kata Ny. Sun mengakhiri ceritanya.

Takut roh ular tersebut akan muncul lagi dan mengganggu ketenangan pabrik, Ny. Sun mendiskusikan masalah tersebut dengan pemilik dan juga pemuka agama Romo Vanroi. Akhirnya dicapai kata sepakat untuk membaptisnya di Gereja Pantekosta Singkawang pada hari Rabu, saat diadakannya pembaptisan masal.

Ketika saat pembastisan tiba, Ny. Sun duduk di dekat tempat sakramen. Di sebelahnya duduk seorang anak perempuan cantik yang sebelumnya memberinya hormat. Romo Vanroi bertanya kepada Ny. Sun tentang nama yang akan dibaptis. Ia menjawab, “Namanya Sarparini, Romo.”

“Lalu nama baptisnya milih apa?”

“Daniel saja,” jawab Ny. Sun.

“Kalau begitu namanya Daniel Sarparini,” kata Romo Vanroi.

Begitu selesai menyebut nama itu, anak perempuan di sebelah Ny. Sun yang tadinya kelihatan seperti anak yang belum pernah ke gereja, tiba-tiba melakukan sembahyang dengan fasihnya. Keesokan paginya ketika Ny. Sun sedang memasak, tiba-tiba terdengar suara, “Bik Sun Fong, terimakasih atas semuanya. Sekarang aku sudah punya nama, aku akan pergi. Mudah-mudahan aku mendapat tempat di sisi Tuhan. Aku minta maaf kalau selama ini membuat takut orang-orang pabrik.”
Seiring dengan menghilangnya suara, bau dupa dan kayu cendana yang semula tercium cukup kuat, juga ikut menghilang. Dan sejak itu, makhluk berwujud ular dengan kepala manusia tidak pernah lagi muncul di lingkungan pabrik roti Kapuas Jaya.

Baca selanjutnya……

Dendam Gadis Kecil

Published under , ,

Cerita itu cukup populer di Jepang….

Ada seorang gadis bernama Miho yang pindah dari kota besar ke pedesaan untuk mencari kerja. Pada suatu hari, Miho mendapat kabar, kalau ibunya yang sakit sudah semakin parah. Dan harapan hidupnya semakin menipis..

Kabar ini membuat Miho bergegas pulang ke kota asalnya, ini adalah kepulangan pertama sejak Miho meninggalkan kota besar beberapa tahun lalu…

Miho menumpang kereta sore ke kota. Saat itu hari sudah mulai gelap, dan saat tiba di stasiun..tidak ada seorangpun yang menjemput Miho. Jadi Miho memutuskan untuk berjalan pulang, melewati rel kereta api..saat berjalan di rel..(motong jalan kali ya?!)..Miho berpapasan dengan seorang gadis kecil. Miho merasa familiar, seolah-olah pernah mengenal gadis itu…entah di mana..entah kapan…

Saat Miho menyeberang rel, gadis kecil itu memegang tangan Miho kuat-kuat dan menatap Miho. Gadis itu diam saja. Sampai gerbang rel mulai menurun..tanda akan ada kereta yang lewat. Miho melepaskan tangan si gadis kecil dan berlari menyeberang. Tidak ada waktu untuk menengok dan melihat apakah gadis itu menyeberang juga atau tidak. Saat tiba di seberang…Miho bergidik..dia bertanya pada dirinya sendiri, apakah gadis kecil itu baik-baik saja? Apakah dia sudah menyeberang? Tapi Miho menenangkan dirinya sendiri, gadis kecil itu pasti baik-baik saja..dan Miho bergegas pergi.

Sesampainya di rumah, Miho bertemu kakak lelakinya…kakaknya sudah berubah drastis semenjak Miho meninggalkan kota dan pindah ke pedesaan. Kakaknya sudah berhenti sekolah agar bisa bekerja untuk membiayai pengobatan ibu mereka. Miho kesal karena tak seorangpun meminta bantuan Miho. Padahal Miho juga punya penghasilan lumayan dan bisa mengirimkan uang buat ibu mereka. Pertengkaran pun terjadi, kakak Miho mengatakan kalau Miho bukan adiknya lagi sejak Miho pergi dari rumah. Miho sakit hati dan menangis sampai tertidur….

Malam itu Miho terbangun karena mendengar ada suara-suara percakapan…saat melihat jam..ternyata sudah larut malam..Miho keluar dan mencari sumber suara itu..saat itu Miho menyalakan Televisi karena ruangan sangat gelap..tiba-tiba Miho melihat gadis kecil di rel kereta tadi…”Apa yang kau lakukan di rumahku?”, tanya Miho pada anak itu. “Kau tinggal di mana? Siapa yang menyuruhmu seenaknya masuk rumah orang?”. Tapi anak itu tetap memandangi Televisi seolah-olah tidak mendengar suara Miho. Karena kesal, Miho pun membentak dengan keras ,”Hei, anak nakal! Sopanlah sedikit, dan jawab pertanyaanku! Di mana orangtua mu?” Tiba-tiba lampu menyala terang benderang…rupanya kakak Miho terbangun dan menyalakan lampu ruang tamu.

“Ada apa, Miho? Kau sedang berteriak pada siapa?”, kakak lelaki Miho bertanya. Miho menunjuk ke arah TV dan menjawab “Pada anak ini..”. Namun tidak ada siapapun di depan TV!

Keesokan harinya, Miho menjenguk ibunya di rumah sakit. Firasatnya mengatakan, kalau ini merupakan kunjungan yang terakhir. Saat ini adalah waktu yang tepat untuk meminta maaf pada ibunya, khususnya mengenai kepergian Miho dari kota mereka beberapa tahun lalu, tanpa memberi kabar pada keluarganya. Tapi ibu Miho tidak mau memaafkannya….dan mengusir Miho.

Karena sedih, Miho memutuskan untuk pulang, tapi ditengah jalan..dia bertemu lagi dengan gadis kecil itu. “Siapa kamu? Apa maumu?” Miho berteriak pada anak itu. Gadis kecil itu tersenyum dan berlari-lari kecil menuju sebuah gedung sekolah tua. Tiba-tiba Miho teringat…ini adalah sekolah dasarnya dulu….

Miho mendengar suara anak-anak lelaki tertawa dan berteriak di lantai atas, seakan-akan sedang mengganggu seseorang. Miho berlari ke lantai atas dan mencari asal suara tersebut..Miho melihat sekelompok anak lelaki sedang mengunci sesuatu di dalam lemari kelas sambil tertawa…Miho curiga kalau mereka sedang mengganggu dan mengunci gadis kecil misterius itu..dia langsung menerobos kerumunan anak-anak itu dan membuka lemari tersebut…tapi lemari itu kosong…Miho menengok ke arah anak-anak itu..dan menjerit terkejut…wajah anak-anak lelaki itu berubah penuh darah dan sangat mengerikan…!! Miho berlari keluar ruangan……

Tiba-tiba gedung sekolah itu sunyi…dan gadis kecil misterius itu muncul di hadapan Miho…mengulurkan tangannya dan menyentuh dahi Miho…sambil berkata…”Ingatlah…”
Saat itu, Miho seolah-olah kembali ke masa lalu, di ruangan kelas yang tadi dan melihat anak-anak lelaki itu mengunci seseorang di lemari kelas. Saat itu Miho berumur 12 tahun,dengan lantang Miho memerintahkan pada anak-anak nakal itu untuk berhenti mengganggu si gadis kecil. Miho membuka lemari kelas, dan memeluk gadis kecil tersebut..gadis itu menangis ketakutan…

Bagai menonton film, Miho dapat melihat adegan itu dengan jelas di hadapan matanya…Miho melihat dirinya semasa kecil dan gadis itu pulang sekolah bersama. Gadis itu anak yatim piatu dan tinggal di panti asuhan…gadis itu mengatakan bahwa Miho adalah orang yang paling baik di dunia..dan gadis itu mengatakan kalau mulai saat itu mereka akan menjadi sahabat sejati…selamanya.

Tetapi berteman dengan gadis itu menyebabkan dilema tersendiri, sebab gadis itu miskin dan dia bukan anak populer di sekolah..kalau bergaul dengan dia, maka Miho akan dijauhi oleh gadis-gadis yang populer..Miho tidak mau dijauhi teman-temannya. Dengan ogah-ogahan dia berteman dengan gadis yatim piatu tersebut.
Beberapa waktu kemudian..gadis itu kembali diganggu oleh anak-anak lelaki seperti biasanya..kali ini mereka ingin mendorongnya supaya jatuh dari tangga..kebetulan Miho melewati mereka..gadis itu meminta tolong pada Miho..tapi Miho berpaling pergi. Kemudian..salah seorang anak lelaki mendorong gadis itu dengan sangat keras sampai ia terjatuh dari tangga dan kakinya terluka parah!

Miho berteriak minta tolong pada guru-guru..lalu gadis itu dibawa ke klinik dan harus menggunakan tongkat penyangga untuk berjalan..saat guru-guru bertanya mengenai kejadian tersebut..Miho berbohong dan mengatakan kalau dia tak melihat apa-apa..dan bahwa gadis itu mungkin jatuh karena terpeleset…
Para guru mempercayai ucapan Miho dan memarahi gadis kecil itu karena ceroboh…dengan sedih gadis itu menangis dan berjalan pulang..tergopoh-gopoh dengan tongkat penyangganya..saat ia akan menyeberang rel kereta..tongkatnya jatuh…dan bajunya tersangkut rel…gadis itu berusaha keras untuk bangun..tapi tidak bisa…dia menjerit minta tolong…tapi tak ada yang mendengar…saat itu kereta muncul…dan melindas gadis kecil yang malang itu……….

Bagai film, adegan demi adegan tergambar di ingatan Miho…tiba-tiba, Miho mendengar bunyi peluit kereta api..dan menemukan dirinya terbaring di rel kereta api…di tempat di mana gadis itu terjatuh dan tersangkut bajunya beberapa tahun yang lalu…tempat di mana gadis itu mati….saat kereta semakin dekat…Miho melihat gadis itu berdiri di hadapannya sambil tersenyum….lalu menghilang…dan kereta menghampiri Miho……

Selanjutnya bisa ditebak apa yang terjadi pada dirinya. Ia pun mengalami nasib yang sama.

Baca selanjutnya……

Acara Persami Pramuka

Published under , ,

tapi maaf sebelumnya jika dirasa kurang seram sebenarnya ni cerita dari temen gw,sebut aja namanya doni pada tahun 90 an dulu pas dia masih kecil dan imut2 dan masih duduk di kelas 4 sd. Pas jaman dulu kan masih ada yang namanya persami (perkemahan sabtu minggu klo ga salah) waktu iu dia masih ikut pramuka. doni ni rumahnya di jogja, daerah jetis gitu. trus acara kemahnya diadakan di daerah kaliurang, deket tlogo putri sekitar lereng selatan merapi. biasalah yang namanya acara pramuka kan g jauh-jauh amat ma yang namanya camping. kejadiannya adalah pas acara api unggun, ketika semua anak-anak dan pembina pada ngumpul buat bakar bakar dan nyanyi nyanyi, doni and the gank merasa bosen dgn acaranya. trus mereka pengen iseng – iseng ngerokok(udah disiapin sebelumnya dan yang namanya anak kecil trus kumpul ma temen2nya

mereka pengen nyari tempat yang aman buat melakukan aktivitasnya, akhirnya diputuskan untuk naek lebih ke atas lagi nyari tempat yang lebih sepi, biar g ketauan ma pembinanya. total mereka bertuju klo g salah, satu per satu mulai memundurkan diri dari lingkaran api unggun and nunggu temennya di pojok lapangan buat kumpul semuanya.

Setelah kumpul mereka menyusuri jalan kecil di atas lapangan, sambil bercandaan gitu en ngobrol2 ga jelas. Trus si doni yang kebetulan ada di depan tiba2 liat ada orang yang sosoknya kayak petani gitu, make caping(topi petani yang lebar dan bundar) lengkap dengan kostum petani turun dari atas. Yang namanya orang jawa kan ada sopan santun memberi salam pada yang lebih tua, trus doni en temen2nya ngcap “monggo pak..”(mari pak) pada bapak yang berpapasan ma mereka. Anehnya si bapak tidak respon pada salam mereka, lewat gt aja dan jalannya tu lancar banget, padahal di situ kan turunan harusnya kan ada iramany kan klo orang jalan jleg jleg gitu, tp yang ini ga,dia ky naek skateboard gitu, sruuuttt. Dan di antara anak2 ga ada yang liat sosok wajahnya, coz disitu gelap en kepala sang bapak ditutupi ma caping secara ga da lampu trus ga d yang bawa senter.

Belum ada kecurigaan yang terbersit di antara anak2, mereka ngiranya ah mungkin si bapak buru2 mo pulang. Setelah kira2 200 meteran dari lapangan, mereka berhenti di situ di pinggir jalan buat nongkrong en ngerokok. kondisinya gelap, cuaca lumayan dingin dan di tengah hutan pinus, secara di kaliurang. Satu per satu rokok dibagikan dan mereka mulai ngobrol2 gt.

Di tengah suasana canda tawa mereka, tau2 ada yang turun lagi dari atas. Anehnya sosok yang turun ini sama persis ma bapak2 yang turun tadi, dengan caping dan kostum ma perawakannya. mereka pada diem semua, kok bapak2nya ada lagi padahal tadi perasaan udah turun en sempat papasan ma dia. tapi yang kali ini bapaknya ga langsung turun, tpi berenti di ujung paling atas yang ada anaknya kebetulan banget disitu yang nongkrong pas si doni.

mendadak suasana terasa aneh, kaya dingin tapi kok ga kayak biasanya, tapi semua masih cuek, dalam pikiran mereka ah mungkin si bapak capek kali ya dan mo istirahat di sini. tiba2 si bapak merogoh sakunya dan kontan semua mata tertuju padanya. masih belum keliatan wajahnya karena tertutup caping lebar, gelap2 gitu. tapi anak2 g respon, semua dah cuek ma bapak tsb, dah kembali dgn guyonan masing2. samar2 terdengar bapak tsb berkata ‘ngampil korek e dik(pinjam koreknya dik)..’ pelan samar dan berat tapi tedengar, doni yang berada paling deket lalu ngambil korek apinya,karena ingin menghormati yang lebih tua dia pengen menyulutkan rokok bapak tsb. koreknya bukan korek gas tp korek batangan. ‘o nggih,sekedap pak(oiya bentar pak)..’sekali si doni coba nyalain, pas mo didekatin bapaknya apinya mati, dua kali mlh patah. gregetan ga nyala2 juga, doni ngambil beberapa batang korek langsung, biar g mati2 pikirnya. creeesssss…’niki pak(ini pak)..

sambil mendekatkan nyala apinya ke rokok bapak tsb, ada sesuatu yang membuat doni teriak paling kenceng sepanjang hidupnya. ternyata mulut bapak itu g seperti manusia normal, yang arah sobeknya horisontal, tapi vertikal, jadi mulutnya memanjang dari bawah hidung mpe janggut. dan yang lebih aneh lagi adalah kumis bapak itu panjang2, jarang dan Cuma beberapa bulu kumis, kaya seperti kumis macan. teman2 doni pada kaget, sontak mereka pada lari ke bawah karena melihat si doni ambruk pingsan setelah menyulut korek buat bapak misterius itu. setelah manggil para pembina yang ada di bawah bwt ke TKP, doni ditemukan pingsan dan lgsg dibawa ke RS Sardjito. kata temenku juga si doni ini kalo ngigo pas di RS tsb selalu menggumam ‘lambene…lambene..’(bibirnya…bibirnya)

Baca selanjutnya……

Petualangan Spiritual

Published under , ,

waktu itu sedang liburan tgl merah kejepit (gw ambil cuti jadi dapet 1 minggu full). gw cuma dapet pesan lewat mimpi bahwa gw harus naik ke atas gunung di sekitar perbatasan garut bandung.

gw sampe sana siang,..singkat cerita…gw dah ada di pertengahan gunung dan hari udah mulai maghrib. ya udah gw putusin untuk berhenti walaupun belum ada intuisi yg mengatakan untuk berhenti tapi gw udah ga kuat…

selesai makan dan bikin tempat untuk istirahat (walaupun ga bakalan istirahat). ya udah gw coba nyantai sambil menikmati malam…dan permisi-permisi (yah gw kan pendatang jadi kulonuwun dulu lah,..) nah lagi asik menikmati rokok dan kopi … tiba2 angin bertiup kencang banget dan arah anginnya pindah2 tapi lucunya pohon dan daun2an ga ada yg gerak walaupun anginnya kenceng…

ya udah gw cuekin sambil berharap ada sesuatu,… nah tiba-tiba gw ngeliat deretan pohon bambu terbelah dua seolah memberikan jalan…ga taunya yang muncul kepala wanita berbadan ular,..gerakannya cepet banget,..tau2 dah sampe di depan muka gw..(jaraknya ga ada 5 cm). mukanya cantik tapi bola matanya ungu dan rambutnya ular2 kecil bermata ungu. badanyya ular sebesar pohon kelapa,..uigghh…

About these ads
 

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.