Thesman nababan's Blog

Just another WordPress.com weblog

Cerita Misteri Indonesia Kumpulan cerita hantu, cerita seram, gambar hantu Indonesia. Februari 24, 2010

Filed under: Uncategorized — thesmannababan @ 9:24 am

Rumah Disamping Pemakaman Umum

Published under ,

Masih seputar RUMAH. Ada tuh rumah bokap juga yg d tinggalin ma karyawan d daerah luar kota lah… Sebelahnya persis tuh kompleks perumahan masa depan ( alias pemakaman umum ). Cuma sebates tembok doank, sekarang sih yg tinggal d sono biasa2 aja, termasuk gw kalo pas d sana kerasa biasa2 aja. Tapi dulu pas rumah itu baru aja jadi, buanyak kjadian yg bikin bgidik walaopun cuma d critain

1. Cerita Pertama
Tiap malem ada aja yg gedor2 pintu depan rumah, mpe bangunin penghuninya, pas d cek selalu kaga ada apa2. Trus dilanjutin ama suara langkah2 d atas ternit ( bagian atap dalem ), kek orang jalan2 gitu. N di kamar mandi nya selalu ada aja makhluk halus yang rutin mandi d sono

2. Cerita Kedua
Ada karyawan gw yg tinggal d sono, malem2 mimpi ketemu cewe cakep bgt ( deskripsi nya gitu doank )… Trus tuh cewe ngajak pergi jalan2 ceritanya, tapi karyawan gw kaga mau… Kbayang tuh kalo dia mau2 aja kalo diajak jalan, d ajak kmana coba..

3. Cerita Ketiga
Ada karyawan gw yang lagi tidur siank di tuh rumah pas lagi ga ada orang, soalnya lainnya pada di luar… Dia cerita kalo dia “Ketindihan” alias ga bisa gerak, bukan itu nya yg ngeri tapi pas d depan wajahnya dia ditempel ama wajah serem : matanya melotot gede, terus gigi tuh makhluk gede2 abis, badannya gede kayak sengaja nindihin karyawan gw mpe gak bisa gerak ma skali, bahkan sampe ada orang rumah pulang, karyawan gw tadi kek orang linglung yang posisi tiduran tapi matanya pandangan kosong, di sapa ma orang rumah tadi kaga nyahut ma skali… Akhirnya karyawan gw yg td coba baca2 doa, mpe beberapa saat makhluk itu lenyap seketika

Baca selanjutnya……

Kuyang si Pemangsa Janin

Published under ,

Percaya atau tidak, ini pengalaman seorang calon ibu diuber-uber kuyang, yang dipercaya masyarakat Tanjung Redep, Kalimantan Timur, sebagai makhluk siluman pemangsa janin dalam kandungan.

Setelah menikah di Jakarta bulan Juni 1994, saya mengikuti suami, kebetulan anggota Polri yang bertugas di Kota Tanjung Redep, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur. Kami berada di kota itu sekitar tiga tahun, dari Juni 1994 – Juni 1996.

Kalau di Bali orang mengenal leak sebagai “hantu siluman” yang dapat membuat orang sakit atau meninggal, maka di daerah Berau, pedalaman Kalimantan Timur, konon ada dukun yang dapat mengubah wujud menjadi binatang, entah kucing atau burung.

Fenomena ini disebut kuyang. Leak dan kuyang memang berbeda. Wujud asli leak konon bisa seorang laki-laki atau perempuan, sedangkan kuyang berwujud asli perempuan saja.
Juga leak Bali sudah canggih-canggih; mereka dapat bersalin rupa menjadi “siluman” motor, mobil, bahkan pesawat. Tapi kuyang hanya dapat berwujud “siluman” burung atau kucing. Sasaran korban leak mulai dari anak kecil sampai orang jompo, sementara kuyang terbatas pada ibu hamil dan bayinya.

Jangan mau diusap perutnya

Maka ketika saya hamil pada awal September 1994, tetangga saya, Bu Sukamto yang asli penduduk Berau, menasihati agar berhati-hati bila bertemu dengan kuyang. Biasanya ia berjalan-jalan pada siang hari untuk mencari mangsa sambil berpura-pura menjajakan barang dagangan.

Ciri-ciri kuyang yang beroperasi di Asrama Polres kami, katanya, seorang wanita berusia sekitar 50-an dan biasanya memakai selendang. Selendang itu untuk menutupi tanda seperti bekas operasi di lehernya. Konon, pada malam hari kepalanya akan memisah dari tubuhnya. Kepala itu akan berubah wujud menjadi burung malam atau kucing.

Dalam memangsa korban, ia tidak pandang bulu dengan usia janin dalam kandungan. Ada beberapa teman yang usia kandungannya baru empat atau lima bulan, kandungannya hilang dimangsa kuyang. Ceritanya, mereka ibu muda seperti saya, dan sebagai pendatang baru di Berau tidak mengetahui cerita tentang sang pemangsa itu.

Pada siang hari, ketika bertemu dengan wanita berselendang itu, perut teman saya diusap-usapnya. Dengan ramah ia bertanya, sudah berapa usia kandungannya. Tanpa curiga, teman saya menjawab, kandungannya baru berusia empat bulan.

Keesokan harinya, ketika bangun tidur, teman saya kaget waktu mengetahui perutnya kembali ke bentuk semula. Ketika memeriksakan diri ke dokter, bayinya sudah benar-benar lenyap tanpa bekas! Hal serupa dialami oleh teman saya yang usia kandungannya lima bulan.

Menurut Bu Sukamto, apabila bertemu wanita itu, dan dia mengusap perut wanita hamil, maka si wanita hamil harus balas mengusap perut si kuyang kembali. Itulah cara melawan kuyang.

Untunglah, selama kehamilan, saya tidak pernah bertemu langsung dengannya, karena ketika ia berkunjung, suami saya selalu berada di rumah. Namun, Bu Sukamto mengingatkan agar saya tetap waspada, sebab kuyang terkenal pantang menyerah sebelum mendapatkan mangsa incarannya. Jalan terakhir yang akan ditempuh adalah saat sang ibu akan melahirkan. Saat itu, ia akan berubah wujud menjadi seekor burung malam atau kucing.

Konon, untuk membedakan kucing biasa dengan kucing jadi-jadian adalah saat ia mendarat di atap rumah. Suara mendaratnya seperti bunyi mobil jatuh, sangat keras dan jelas terdengar. Tentu saja itu akan terdengar kalau kami masih terjaga, dan tidak terkena ajian sirep yang menyebabkan kita tertidur.

Dua hari menjelang melahirkan, tepatnya pada 7 Mei 1995, saya tengah berbincang di ruang makan dengan ibu saya yang baru datang. Hari itu suami saya sudah terlelap tidur, padahal baru pukul 19.30. Hal itu belum pernah dilakukannya. Aneh. Tampaknya, dia terkena sirep. Menjelang pukul 21.00, saat saya pindah duduk, saya mendengar bunyi benda berat jatuh tepat di atap ruang duduk.

Saya tahu kalau itu siluman kuyang. Tapi, saya tidak tahu apa wujudnya, burung atau kucing. Sepuluh detik kemudian yang muncul di kursi yang saya duduki sebelumnya adalah seekor kucing. Dengan matanya yang lapar, ia memandang saya. “Kucing! Kucing!” saya berteriak sekeras-kerasnya sambil cepat-cepat lari keluar.

Suami saya bangun mendengar teriakan saya dan berdiri dengan sempoyongan. Tepat di pintu kamar, ia bertabrakan dengan kucing yang sedang bingung. Suami saya jatuh terjengkang ditabrak kucing siluman.

Para tetangga berdatangan, lalu berteriak dari luar. Ada yang bilang supaya kucing itu diusir saja, ada pula yang mengatakan agar dibunuh saja. Akhirnya, suami saya hanya mengusirnya ke luar lewat pintu depan. Segera kucing itu lenyap tanpa bekas! Selanjutnya, suami dan ibu saya terus berjaga sampai pagi.

Seisi rumah tertidur

Esok harinya, kami memutuskan untuk langsung menginap di rumah sakit supaya aman dari incaran kuyang. Dugaan kami meleset. Menjelang pukul 02.00 ketika sedang jalan-jalan di koridor rumah sakit, saya dan suami melihat wanita tua yang dikenalnya datang dari jauh. Saya disuruh cepat-cepat masuk kamar. Jantung saya berdebar cepat. Tidak pernah saya merasa setakut itu.

Setelah suami saya kembali ke kamar, ia bercerita, si ibu tua itu ngotot mau masuk ke bangsal bersalin. Ketika ditanya keperluannya, dia mengaku sebagai petugas memasak di dapur rumah sakit. Suami saya mengatakan, ia salah arah. Letak dapur bukan di situ tetapi jauh di depan. Dengan setengah memaksa, suami saya menyuruhnya pergi.
Akhirnya, tepat pada 9 Mei 1995 pukul 10.21, saya melahirkan putra pertama dengan selamat. Kami lega. Berakhir sudah “pertarungan” kami mempertahankan bayi dari incaran kuyang.

Akhir tahun 1995, saya hamil kembali. Saya ditinggal oleh suami yang bertugas mengamankan pembangunan pabrik kertas raksasa PT Kiani Kertas di Desa Mangkajang, enam jam perjalanan dengan mobil dari Tanjung Redeb. Saat itu, saya tidak bisa menghindar dari pertemuan dengan siluman kuyang pada siang hari. Untungnya, dia tidak memegang perut saya. Saya pun cepat-cepat menghindar jangan sampai mengobrol dengannya.

Menurut penduduk setempat, orang yang bertatapan mata dengan kuyang akan mendapat kesulitan saat melahirkan. Seorang guru teman saya yang putra asli Dayak, sempat bertemu dan bertatap mata dengan kuyang pada siang hari. Aneh, saat melahirkan ia beserta seisi rumahnya tertidur pulas. Dia hanya bermimpi melahirkan. Tapi ketika ia bangun keesokan harinya, bayi dalam perutnya hilang tanpa bekas! Seisi rumah pun geger!

Saat itu saya hanya berdoa dalam hati supaya kelak dapat melahirkan di luar Pulau Kalimantan. Saya juga percaya, Tuhan tetap lebih berkuasa dari makhluk apa pun di dunia ini. Rupanya, keberuntungan masih berpihak kepada saya. Bulan April 1996, permintaan pindah suami saya diterima. Akhir Juni 1996 kami langsung pindah ke Bali. Sepuluh hari di Bali, saya melahirkan dengan melalui operasi caesar pada 11 Juli 1996.
Saya bersyukur dikarunia sepasang anak, putra dan putri. Namun, yang lebih penting, mereka selamat dari incaran kuyang. Tuhan Mahakuasa dan Mahapengasih

Baca selanjutnya……

Pabrik Roti Kapuas Jaya

Published under ,

Malam itu udara yang panas membuat Giok Liem, sopir pabrik roti Kapuas Jaya, memutuskan untuk tidur di dalam mobil boks yang biasa dibawanya untuk mengantar roti. Pelanggannya tersebar mulai dari Toho, Sie Pinyuk, Tunjungan, Mondhoor, Siantar dan sampai ke Pontianak.

Udara di luar ternyata sama panasnya. Karena nggak bisa tidur, Giok Liem duduk sambil mengipasi badannya. Selagi kipas-kipas, matanya menangkap sesuatu yang bergerak-gerak di kaca spion. Benda tersebut keluar dari bawah tower bak air yang terletak di pojok kanan pabrik, dan bergerak menuju ke arah mobil boks.

Setelah dekat, baru Giok Liem dapat melihatnya. Wujudnya ular yang sangat besar tapi pendek dan kepalanya merupakan kepala manusia yang memakai mahkota. Walaupun semua pintu mobil terkunci rapat, Giok Liem ketakutan setengah mati. Ia bersembunyi di bawah jok kursi dan tidak berani bergerak.

Tapi Giok Liem sempat melihat mulut makhluk tersebut menyemburkan api berwarna merah kebiruan. Ia bisa merasakan ular tersebut mengelilingi mobil dan mencoba memasukinya. Setelah sekian lama tak berhasil, ular tersebut pergi. Giok Liem sempat melihat makhluk tersebut kembali ke bawah tower bak air. Dengan sangat ketakutan Giok Liem turun dari mobil dan lari menuju pabrik.

Digedornya pintu kuat-kuat sambil teriak-teriak sehingga Ny. Sun Fong, juru masak pabrik, dengan tergopoh-gopoh membukakan pintu. “Ada apa sih malam-malam begini teriak-teriak?” tanya Ny. Sun Fong. Setelah berhasil menenangkan diri, Giok Liem bercerita.

Mendengar cerita tersebut, Ny. Sun Fong bergumam, “Anak itu lagi….” Giok Liem sempat mendengar gumamannya dan bertanya apa maksudnya. Akhirnya Ny. Sun Fong bercerita kejadian 20 tahun sebelumnya. “Bangunan pabrik roti ini dulunya adalah rumah keluarga Nam Ho dan jaraknya dengan tetangga-tetangga yang lain sangat jauh,” kata Ny. Sun Fong. “Waktu itu nyonya rumah sedang hamil dan mengidam ingin makan ular sawah. Sebenarnya tidak susah menemukan ular sawah di Kalimantan Barat ini. Tapi entah kenapa Pak Nam Ho tidak mau mencarikannya,” lanjutnya.

Ketika tiba waktunya melahirkan, Ny. Sun lah yang membantunya karena memang ia merupakan tetangga paling dekat. Begitu melihat wujud anaknya yang berbadan ular, Ny. Nam Ho tidak mau mengurusi anaknya. Ny. Sun Fong merasa kasihan, jadi ia yang memberinya makan madu dan telur.

Suatu hari Ny. Sun jatuh sakit selama tiga hari. Begitu ia sembuh dan datang ke rumah Ny. Nam Ho, dilihatnya bayi ular tersebut sudah mati karena tak seorangpun yang memberinya makan. “Lalu Pak Nam Ho menyuruhku mengubur mayatnya di bawah pohon besar yang sekarang menjadi tower bak air,” kata Ny. Sun mengakhiri ceritanya.

Takut roh ular tersebut akan muncul lagi dan mengganggu ketenangan pabrik, Ny. Sun mendiskusikan masalah tersebut dengan pemilik dan juga pemuka agama Romo Vanroi. Akhirnya dicapai kata sepakat untuk membaptisnya di Gereja Pantekosta Singkawang pada hari Rabu, saat diadakannya pembaptisan masal.

Ketika saat pembastisan tiba, Ny. Sun duduk di dekat tempat sakramen. Di sebelahnya duduk seorang anak perempuan cantik yang sebelumnya memberinya hormat. Romo Vanroi bertanya kepada Ny. Sun tentang nama yang akan dibaptis. Ia menjawab, “Namanya Sarparini, Romo.”

“Lalu nama baptisnya milih apa?”

“Daniel saja,” jawab Ny. Sun.

“Kalau begitu namanya Daniel Sarparini,” kata Romo Vanroi.

Begitu selesai menyebut nama itu, anak perempuan di sebelah Ny. Sun yang tadinya kelihatan seperti anak yang belum pernah ke gereja, tiba-tiba melakukan sembahyang dengan fasihnya. Keesokan paginya ketika Ny. Sun sedang memasak, tiba-tiba terdengar suara, “Bik Sun Fong, terimakasih atas semuanya. Sekarang aku sudah punya nama, aku akan pergi. Mudah-mudahan aku mendapat tempat di sisi Tuhan. Aku minta maaf kalau selama ini membuat takut orang-orang pabrik.”
Seiring dengan menghilangnya suara, bau dupa dan kayu cendana yang semula tercium cukup kuat, juga ikut menghilang. Dan sejak itu, makhluk berwujud ular dengan kepala manusia tidak pernah lagi muncul di lingkungan pabrik roti Kapuas Jaya.

Baca selanjutnya……

Dendam Gadis Kecil

Published under , ,

Cerita itu cukup populer di Jepang….

Ada seorang gadis bernama Miho yang pindah dari kota besar ke pedesaan untuk mencari kerja. Pada suatu hari, Miho mendapat kabar, kalau ibunya yang sakit sudah semakin parah. Dan harapan hidupnya semakin menipis..

Kabar ini membuat Miho bergegas pulang ke kota asalnya, ini adalah kepulangan pertama sejak Miho meninggalkan kota besar beberapa tahun lalu…

Miho menumpang kereta sore ke kota. Saat itu hari sudah mulai gelap, dan saat tiba di stasiun..tidak ada seorangpun yang menjemput Miho. Jadi Miho memutuskan untuk berjalan pulang, melewati rel kereta api..saat berjalan di rel..(motong jalan kali ya?!)..Miho berpapasan dengan seorang gadis kecil. Miho merasa familiar, seolah-olah pernah mengenal gadis itu…entah di mana..entah kapan…

Saat Miho menyeberang rel, gadis kecil itu memegang tangan Miho kuat-kuat dan menatap Miho. Gadis itu diam saja. Sampai gerbang rel mulai menurun..tanda akan ada kereta yang lewat. Miho melepaskan tangan si gadis kecil dan berlari menyeberang. Tidak ada waktu untuk menengok dan melihat apakah gadis itu menyeberang juga atau tidak. Saat tiba di seberang…Miho bergidik..dia bertanya pada dirinya sendiri, apakah gadis kecil itu baik-baik saja? Apakah dia sudah menyeberang? Tapi Miho menenangkan dirinya sendiri, gadis kecil itu pasti baik-baik saja..dan Miho bergegas pergi.

Sesampainya di rumah, Miho bertemu kakak lelakinya…kakaknya sudah berubah drastis semenjak Miho meninggalkan kota dan pindah ke pedesaan. Kakaknya sudah berhenti sekolah agar bisa bekerja untuk membiayai pengobatan ibu mereka. Miho kesal karena tak seorangpun meminta bantuan Miho. Padahal Miho juga punya penghasilan lumayan dan bisa mengirimkan uang buat ibu mereka. Pertengkaran pun terjadi, kakak Miho mengatakan kalau Miho bukan adiknya lagi sejak Miho pergi dari rumah. Miho sakit hati dan menangis sampai tertidur….

Malam itu Miho terbangun karena mendengar ada suara-suara percakapan…saat melihat jam..ternyata sudah larut malam..Miho keluar dan mencari sumber suara itu..saat itu Miho menyalakan Televisi karena ruangan sangat gelap..tiba-tiba Miho melihat gadis kecil di rel kereta tadi…”Apa yang kau lakukan di rumahku?”, tanya Miho pada anak itu. “Kau tinggal di mana? Siapa yang menyuruhmu seenaknya masuk rumah orang?”. Tapi anak itu tetap memandangi Televisi seolah-olah tidak mendengar suara Miho. Karena kesal, Miho pun membentak dengan keras ,”Hei, anak nakal! Sopanlah sedikit, dan jawab pertanyaanku! Di mana orangtua mu?” Tiba-tiba lampu menyala terang benderang…rupanya kakak Miho terbangun dan menyalakan lampu ruang tamu.

“Ada apa, Miho? Kau sedang berteriak pada siapa?”, kakak lelaki Miho bertanya. Miho menunjuk ke arah TV dan menjawab “Pada anak ini..”. Namun tidak ada siapapun di depan TV!

Keesokan harinya, Miho menjenguk ibunya di rumah sakit. Firasatnya mengatakan, kalau ini merupakan kunjungan yang terakhir. Saat ini adalah waktu yang tepat untuk meminta maaf pada ibunya, khususnya mengenai kepergian Miho dari kota mereka beberapa tahun lalu, tanpa memberi kabar pada keluarganya. Tapi ibu Miho tidak mau memaafkannya….dan mengusir Miho.

Karena sedih, Miho memutuskan untuk pulang, tapi ditengah jalan..dia bertemu lagi dengan gadis kecil itu. “Siapa kamu? Apa maumu?” Miho berteriak pada anak itu. Gadis kecil itu tersenyum dan berlari-lari kecil menuju sebuah gedung sekolah tua. Tiba-tiba Miho teringat…ini adalah sekolah dasarnya dulu….

Miho mendengar suara anak-anak lelaki tertawa dan berteriak di lantai atas, seakan-akan sedang mengganggu seseorang. Miho berlari ke lantai atas dan mencari asal suara tersebut..Miho melihat sekelompok anak lelaki sedang mengunci sesuatu di dalam lemari kelas sambil tertawa…Miho curiga kalau mereka sedang mengganggu dan mengunci gadis kecil misterius itu..dia langsung menerobos kerumunan anak-anak itu dan membuka lemari tersebut…tapi lemari itu kosong…Miho menengok ke arah anak-anak itu..dan menjerit terkejut…wajah anak-anak lelaki itu berubah penuh darah dan sangat mengerikan…!! Miho berlari keluar ruangan……

Tiba-tiba gedung sekolah itu sunyi…dan gadis kecil misterius itu muncul di hadapan Miho…mengulurkan tangannya dan menyentuh dahi Miho…sambil berkata…”Ingatlah…”
Saat itu, Miho seolah-olah kembali ke masa lalu, di ruangan kelas yang tadi dan melihat anak-anak lelaki itu mengunci seseorang di lemari kelas. Saat itu Miho berumur 12 tahun,dengan lantang Miho memerintahkan pada anak-anak nakal itu untuk berhenti mengganggu si gadis kecil. Miho membuka lemari kelas, dan memeluk gadis kecil tersebut..gadis itu menangis ketakutan…

Bagai menonton film, Miho dapat melihat adegan itu dengan jelas di hadapan matanya…Miho melihat dirinya semasa kecil dan gadis itu pulang sekolah bersama. Gadis itu anak yatim piatu dan tinggal di panti asuhan…gadis itu mengatakan bahwa Miho adalah orang yang paling baik di dunia..dan gadis itu mengatakan kalau mulai saat itu mereka akan menjadi sahabat sejati…selamanya.

Tetapi berteman dengan gadis itu menyebabkan dilema tersendiri, sebab gadis itu miskin dan dia bukan anak populer di sekolah..kalau bergaul dengan dia, maka Miho akan dijauhi oleh gadis-gadis yang populer..Miho tidak mau dijauhi teman-temannya. Dengan ogah-ogahan dia berteman dengan gadis yatim piatu tersebut.
Beberapa waktu kemudian..gadis itu kembali diganggu oleh anak-anak lelaki seperti biasanya..kali ini mereka ingin mendorongnya supaya jatuh dari tangga..kebetulan Miho melewati mereka..gadis itu meminta tolong pada Miho..tapi Miho berpaling pergi. Kemudian..salah seorang anak lelaki mendorong gadis itu dengan sangat keras sampai ia terjatuh dari tangga dan kakinya terluka parah!

Miho berteriak minta tolong pada guru-guru..lalu gadis itu dibawa ke klinik dan harus menggunakan tongkat penyangga untuk berjalan..saat guru-guru bertanya mengenai kejadian tersebut..Miho berbohong dan mengatakan kalau dia tak melihat apa-apa..dan bahwa gadis itu mungkin jatuh karena terpeleset…
Para guru mempercayai ucapan Miho dan memarahi gadis kecil itu karena ceroboh…dengan sedih gadis itu menangis dan berjalan pulang..tergopoh-gopoh dengan tongkat penyangganya..saat ia akan menyeberang rel kereta..tongkatnya jatuh…dan bajunya tersangkut rel…gadis itu berusaha keras untuk bangun..tapi tidak bisa…dia menjerit minta tolong…tapi tak ada yang mendengar…saat itu kereta muncul…dan melindas gadis kecil yang malang itu……….

Bagai film, adegan demi adegan tergambar di ingatan Miho…tiba-tiba, Miho mendengar bunyi peluit kereta api..dan menemukan dirinya terbaring di rel kereta api…di tempat di mana gadis itu terjatuh dan tersangkut bajunya beberapa tahun yang lalu…tempat di mana gadis itu mati….saat kereta semakin dekat…Miho melihat gadis itu berdiri di hadapannya sambil tersenyum….lalu menghilang…dan kereta menghampiri Miho……

Selanjutnya bisa ditebak apa yang terjadi pada dirinya. Ia pun mengalami nasib yang sama.

Baca selanjutnya……

Acara Persami Pramuka

Published under , ,

tapi maaf sebelumnya jika dirasa kurang seram sebenarnya ni cerita dari temen gw,sebut aja namanya doni pada tahun 90 an dulu pas dia masih kecil dan imut2 dan masih duduk di kelas 4 sd. Pas jaman dulu kan masih ada yang namanya persami (perkemahan sabtu minggu klo ga salah) waktu iu dia masih ikut pramuka. doni ni rumahnya di jogja, daerah jetis gitu. trus acara kemahnya diadakan di daerah kaliurang, deket tlogo putri sekitar lereng selatan merapi. biasalah yang namanya acara pramuka kan g jauh-jauh amat ma yang namanya camping. kejadiannya adalah pas acara api unggun, ketika semua anak-anak dan pembina pada ngumpul buat bakar bakar dan nyanyi nyanyi, doni and the gank merasa bosen dgn acaranya. trus mereka pengen iseng – iseng ngerokok(udah disiapin sebelumnya dan yang namanya anak kecil trus kumpul ma temen2nya

mereka pengen nyari tempat yang aman buat melakukan aktivitasnya, akhirnya diputuskan untuk naek lebih ke atas lagi nyari tempat yang lebih sepi, biar g ketauan ma pembinanya. total mereka bertuju klo g salah, satu per satu mulai memundurkan diri dari lingkaran api unggun and nunggu temennya di pojok lapangan buat kumpul semuanya.

Setelah kumpul mereka menyusuri jalan kecil di atas lapangan, sambil bercandaan gitu en ngobrol2 ga jelas. Trus si doni yang kebetulan ada di depan tiba2 liat ada orang yang sosoknya kayak petani gitu, make caping(topi petani yang lebar dan bundar) lengkap dengan kostum petani turun dari atas. Yang namanya orang jawa kan ada sopan santun memberi salam pada yang lebih tua, trus doni en temen2nya ngcap “monggo pak..”(mari pak) pada bapak yang berpapasan ma mereka. Anehnya si bapak tidak respon pada salam mereka, lewat gt aja dan jalannya tu lancar banget, padahal di situ kan turunan harusnya kan ada iramany kan klo orang jalan jleg jleg gitu, tp yang ini ga,dia ky naek skateboard gitu, sruuuttt. Dan di antara anak2 ga ada yang liat sosok wajahnya, coz disitu gelap en kepala sang bapak ditutupi ma caping secara ga da lampu trus ga d yang bawa senter.

Belum ada kecurigaan yang terbersit di antara anak2, mereka ngiranya ah mungkin si bapak buru2 mo pulang. Setelah kira2 200 meteran dari lapangan, mereka berhenti di situ di pinggir jalan buat nongkrong en ngerokok. kondisinya gelap, cuaca lumayan dingin dan di tengah hutan pinus, secara di kaliurang. Satu per satu rokok dibagikan dan mereka mulai ngobrol2 gt.

Di tengah suasana canda tawa mereka, tau2 ada yang turun lagi dari atas. Anehnya sosok yang turun ini sama persis ma bapak2 yang turun tadi, dengan caping dan kostum ma perawakannya. mereka pada diem semua, kok bapak2nya ada lagi padahal tadi perasaan udah turun en sempat papasan ma dia. tapi yang kali ini bapaknya ga langsung turun, tpi berenti di ujung paling atas yang ada anaknya kebetulan banget disitu yang nongkrong pas si doni.

mendadak suasana terasa aneh, kaya dingin tapi kok ga kayak biasanya, tapi semua masih cuek, dalam pikiran mereka ah mungkin si bapak capek kali ya dan mo istirahat di sini. tiba2 si bapak merogoh sakunya dan kontan semua mata tertuju padanya. masih belum keliatan wajahnya karena tertutup caping lebar, gelap2 gitu. tapi anak2 g respon, semua dah cuek ma bapak tsb, dah kembali dgn guyonan masing2. samar2 terdengar bapak tsb berkata ‘ngampil korek e dik(pinjam koreknya dik)..’ pelan samar dan berat tapi tedengar, doni yang berada paling deket lalu ngambil korek apinya,karena ingin menghormati yang lebih tua dia pengen menyulutkan rokok bapak tsb. koreknya bukan korek gas tp korek batangan. ‘o nggih,sekedap pak(oiya bentar pak)..’sekali si doni coba nyalain, pas mo didekatin bapaknya apinya mati, dua kali mlh patah. gregetan ga nyala2 juga, doni ngambil beberapa batang korek langsung, biar g mati2 pikirnya. creeesssss…’niki pak(ini pak)..

sambil mendekatkan nyala apinya ke rokok bapak tsb, ada sesuatu yang membuat doni teriak paling kenceng sepanjang hidupnya. ternyata mulut bapak itu g seperti manusia normal, yang arah sobeknya horisontal, tapi vertikal, jadi mulutnya memanjang dari bawah hidung mpe janggut. dan yang lebih aneh lagi adalah kumis bapak itu panjang2, jarang dan Cuma beberapa bulu kumis, kaya seperti kumis macan. teman2 doni pada kaget, sontak mereka pada lari ke bawah karena melihat si doni ambruk pingsan setelah menyulut korek buat bapak misterius itu. setelah manggil para pembina yang ada di bawah bwt ke TKP, doni ditemukan pingsan dan lgsg dibawa ke RS Sardjito. kata temenku juga si doni ini kalo ngigo pas di RS tsb selalu menggumam ‘lambene…lambene..’(bibirnya…bibirnya)

Baca selanjutnya……

Petualangan Spiritual

Published under , ,

waktu itu sedang liburan tgl merah kejepit (gw ambil cuti jadi dapet 1 minggu full). gw cuma dapet pesan lewat mimpi bahwa gw harus naik ke atas gunung di sekitar perbatasan garut bandung.

gw sampe sana siang,..singkat cerita…gw dah ada di pertengahan gunung dan hari udah mulai maghrib. ya udah gw putusin untuk berhenti walaupun belum ada intuisi yg mengatakan untuk berhenti tapi gw udah ga kuat…

selesai makan dan bikin tempat untuk istirahat (walaupun ga bakalan istirahat). ya udah gw coba nyantai sambil menikmati malam…dan permisi-permisi (yah gw kan pendatang jadi kulonuwun dulu lah,..) nah lagi asik menikmati rokok dan kopi … tiba2 angin bertiup kencang banget dan arah anginnya pindah2 tapi lucunya pohon dan daun2an ga ada yg gerak walaupun anginnya kenceng…

ya udah gw cuekin sambil berharap ada sesuatu,… nah tiba-tiba gw ngeliat deretan pohon bambu terbelah dua seolah memberikan jalan…ga taunya yang muncul kepala wanita berbadan ular,..gerakannya cepet banget,..tau2 dah sampe di depan muka gw..(jaraknya ga ada 5 cm). mukanya cantik tapi bola matanya ungu dan rambutnya ular2 kecil bermata ungu. badanyya ular sebesar pohon kelapa,..uigghh…

 

“Siboru Natumandi”

Filed under: Uncategorized — thesmannababan @ 8:34 am

Gadis ini selalu dipingit oleh kedua orangtuanya karena parasnya yang cukup cantik bak seorang bidadari. Di zamannya, gadis ini diyakini yang tercantik diantara gadis-gadis di Silindung (Tarutung). Tak heran, banyak pria yang tergila-gila kepadanya. Namun gadis ini menurut cerita masyarakat dan keturunan keluarganya yang saat ini masih hidup terakhirnya menikah dengan seekor ular.

Berawal saat si boru Natumandi diusianya yang sudah beranjak dewasa, memiliki pekerjaan sehari-hari sebagai seorang petenun ulos. Di sebuah tempat khusus yang disediakan oleh orangtuanya, setiap hari Si boru Natumandi lebih sering menyendiri sambil bertenun, kesendirian itu bukan karena keinginannya untuk menghindar dari gadis-gadis desa seusianya, namun karena memang kedua orangtuanya-lah memingit karena terlalu sayang.

Salah satu warga Desa Hutabarat yakni Lomo Hutabarat (51) yang mengaku satu garis keturunan dengan keluarga Si Boru Natumandi belum lama ini berkata, bahwa dulunya kampung halaman Si boru Natumandi adalah di Dusun Banjar Nahor, Desa Hutabarat, namun dusun itu kemudian pindah sekitar 500 meter dari desa semula dan sekarang diberi nama Dusun Banjar Nauli.

Dikatakan Lomo Hutabarat, bahwa dari 3 anak si Raja Nabarat (Hutabarat) antara lain Sosunggulon, Hapoltahan dan Pohan, Si boru Natumandi dikatakan berasal dari keturunan Hutabarat Pohan. Sementara itu keturunan Si boru Natumandi lainnya yakni L Hutabarat (76) mengisahkan, bahwa dia juga tidak mengetahui persis cerita yang sebenarnya tentang Si boru Natumandi, menurutnya ada beberapa versi tentang legenda gadis cantik ini.

Berikut kisah Siboru Natumandi yang diketahui L Hutabarat. Suatu hari di siang bolong, Si boru Natumandi sibuk bertenun di gubuk khususnya, tiba-tiba seekor ular besar jadi-jadian menghampirinya, konon ular tersebut dikatakan orang sakti bermarga Simangunsong yang datang dari Pulau Samosir. Saat ular itu berusaha menghampiri si boru Natumandi, ia justru melihat sosok ular tersebut adalah seorang pria yang gagah perkasa dan tampan. Saat itulah, sang ular berusaha merayu dan mengajak Si boru Natumandi untuk mau menikah dengannya.

Melihat ketampanan dan gagahnya sang ular jadi-jadian tersebut, Si boru Natumandi akhirnya menerima pinangan tersebut, setelah pinangannya diterima, sang ular kemudian mengajak Si Boru Natumandi untuk pergi menuju ke arah sungai Aek Situmandi dan melewati tempat pemandian sehari-hari Si boru Natumandi di Sungai Aek Hariapan. Dari tempat itu, mereka meninggalkan pesan kepada orangtua Si Boru Natumandi dengan cara menabur sekam padi dari tempat bertenun hingga ke Liang Si boru Natumandi sekarang. Pesan sekaligus tanda itu artinya agar Bapak/Ibu dan semua keluarga mengetahui kalau dia telah pergi dan akan menikah dengan seorang pria, dimana sekam padi tersebut bermakna sampai dimana sekam ini berakhir, disitulah Si Boru Natumandi berada.

Sore harinya, saat kedua orangtuanya pulang dari perladangan, mereka mulai curiga melihat putri semata wayang mereka tidak ada ditempatnya bertenun dan juga tidak ada dirumah, akhirnya kedua orangtuanya memutuskan untuk memberitahukan warga sekitar untuk melakukan pencarian.
Melihat sekam padi yang bertaburan bak sebuah garis pertanda dan tak kunjung ditemukannya Si boru Natumandi hingga keesokan harinya, akhirnya taburan sekam di tepi sungai Aek Situmandi dan berujung disebuah liang/gua yang hanya berjarak sekitar 500 meter dari kampung halaman Si boru Natumandi diyakini kalau Si boru Natumandi menikah dengan seekor ular.

Namun versi cerita lainnya, ternyata Si boru Natumandi tidak menikah dengan siluman ular yang bermarga Simangunsong, akan tetapi siluman ular tersebut malah meninggalkan si boru Natumandi begitu saja disebuah hamparan tak berpenduduk.

Setelah ditinggalkan begitu saja, Si boru Natumandi terus menerus menangis karena telah tertipu siluman ular tersebut, namun ketika itu seorang pengembala datang dan menghampirinya, penggembala tersebut juga terpikat melihat keindahan tubuh dan kecantikannya, lalu sipengembala mengajaknya agar mau menikah dengannya. Konon dalam versi ini, si pengembala tersebut dikatakan bermarga Sinaga.

Si pengembala kemudian membawa Si boru Natumandi ke Pulau Samosir untuk dinikahi. Berselang beberapa generasi keturunan si boru Natumandi dan si pengembala bermarga Sinaga tersebut di Samosir, keturunannya dikatakan pernah berusaha mencari asal usul si boru Natumandi (Untuk mencari Tulang/pamannya). Usaha pun dimulai dengan menyeberangi Danau Toba dengan sebuah perahu kayu menuju Kota Tarutung dengan membawa sejumlah makanan khas adat batak. Namun sesampainya di Sipoholon (Kota Sebelum Tarutung saat ini) ada keturunan Hutabarat Pohan bermukin disana, yakni dari keturunan Raja Nabolon Donda Raja.

Saat rombongan bertanya tentang Si boru Natumandi, keturunan Raja Nabolon Donda Raja yang tinggal di Sipoholon langsung mengakui kalau merekalah keturunan si boru Natumandi, dan saat itu makanan yang dibawa keturunan si boru Natumandi langsung mereka terima hingga akhirnya acara syukuran pun dilakukan. Padahal keturunan Si boru Natumandi sebenarnya adalah anak kedua dari si Hutabarat Pohan yakni si Raja Nagodang yang sampai saat ini masih ada tinggal di Dusun Banjar Nauli.

Setelah acara syukuran dilakukan, rombongan keturunan Si Boru Natumandi pun berangkat kembali ke Samosir untuk memberitahukan kabar tersebut kepada keluarga. Namun saat menyeberangi Danau Toba perahu yang mereka tumpangi tenggelam hingga semua yang ada dalam perahu meninggal dunia.

Versi selanjutnya, Si boru Natumandi dikatakan menikah dengan resmi, hal ini menurut L Hutabarat, karena sejak dia masih kecil pernah melihat sebuah guci yang terbuat dari kayu tempat mas kawin si boru Natumandi di rumah saudaranya boru Simatupang. Saat itu, boru Simatupang mengatakan kepada L Hutabarat bahwa guci tersebut adalah tempat mas kawin si boru Natumandi.

Guci tersebut konon memiliki sejarah tersendiri, dimana isi guci tersebut hanya dipenuhi kunyit yang suatu saat akan berubah menjadi kepingan/batangan emas, hal ini diberikan dan dipastikan keluarga suami Si boru Natumandi yang memiliki kesaktian, dan selanjutnya kepada kedua orangtuanya diminta untuk tidak membuka guci tersebut sebelum tujuh hari tujuh malam. Akan tetapi, orangtua Si boru Natumandi melanggar permintaan tersebut.

Setelah kedua orangtuanya membuka guci itu, ternyata kunyit tersebut sudah mulai berubah mejadi batangan emas murni. Nasib sial pun dialami kedua orangtua Si boru Natumandi kala itu. Tatkala usia orangtua Si boru Natumandi beranjak ujur, akhirnya mereka menimbun emas tersebut di Dolok Siparini (Masih di Desa Hutabarat) karena takut akan menjadi bahan rebutan bagi adik-adiknya dan keluarganya (Dari pihak laki-laki) suatu saat nanti, sebab banyak diantara keluarganya yang mengetahui tentang kisah guci ini.

Gua Liang Latu Mandi:

Saat ini, lokasi Gua Liang Si Boru Natumandi dijadikan sebagai salah satu objek wisata oleh Pemkab Taput. Banyak orang berkunjung ke tempat ini untuk meminta rejeki atau hal-hal lain. Hal terbukti dimana di lokasi liang Si Boru Natumandi terdapat tumpukan-tumpukan sesajen yakni berupa puntungan-puntungan rokok yang tersusun teratur dan beberapa kelopak daun sirih. Sayangnya, penataan objek wisata ini masih kurang mendapat perhatian dari pihak Pemkab Tapanuli Utara. Sebab di sekitar lokasi ini, masih belum ada penataan objek wisata yang baik, dan masih banyaknya sampah di areal gua ini.

// //

 

Tarutung Nauli

Filed under: Uncategorized — thesmannababan @ 8:25 am

“ DANG MALUNGUN AHU TU TARUTUNG…!!!”

Mungkin terlalu ekstrim jika aku berkata demikian. Bahkan jika teman-teman sesama anak Tarutung membacanya, mungkin sumpah serapah akan keluar memaki-maki aku. Namun sesungguhnya kata-kata ini aku katakan karena kepedulianku terhadap kampung kita Taruna (Tarutung Nauli). Dang Malungun Ahu Tu Tarutung, bukan berarti serta merta tidak ada kerinduan sedikit pun di hati ku terhadap kampung ku ini. Tapi inilah kerinduan ku yang sangat besar hingga terucap kat-kata ini.

Jika kita sadari sesungguhnya, apa sih yang membuat kita rindu untuk pulang ke Tarutung. Pasti jawabannya bisa ditebak, diantaranya “Ada kenangan masa kecil ku dulu”, “Waktu aku sekolah dulu ada kisah lucu dan sebagainya”, atau “Ai ido huta hatubuan hu”. Lain dari situ tidak ada lagi. Saya sendiri ingin menumbuhkan suatu kerinduan yang tidak hanya sebatas itu. Kerinduan-kerinduan yang seperti itu hanya dimiliki orang-orang Tarutung saja, sementara orang lain yang pernah berkunjung ke Tarutung belum tentu.

Mungkin perlu kita adakan penelitian, kenapa saat Natal dan Tahun Baru, jumlah perantau Tarutung yang pulang kampung tiap tahun semakin menurut. Banyak orang berpendapat ini hanya dampak dari krisis ekonomi. Benar, tapi apakah semua orang langsung miskin karena krisis ekonomi sehingga tidak bisa pulang sekali dalam setahun. Tidak, pasti ada sebab lain dibaliknya. Pendapat pribadi saya sendiri, hal ini adalah sebab kuat yang menjadi alasan mereka untuk pulang ke Tarutung.

Lain hal nya seperti orang-orang yang berkunjung ke tempat lain, Paris misalnya atau Bali. Coba kita Tanya, apa yang kau rindukan dari tempat itu? Pasti jawabnya, “So sweet, pokoknya Prancis sangat romantis”, “Aku ingin melihat lagi kilauan lampu-lampu jalanan kota Paris”, “Aku ingin melihat menara Eifel” atau “Pantai Kuta indah banget” dan bla,,bla,, yang lainnya.

Hal seperti ini yang ingin aku dengarkan dari orang-orang. Kenapa tidak mungkin kita bisa membuat kampung kita ini menjadi pusat pengembangan kebudayaan Batak dan pengembangan Agama Kristen di Indonesia. Sehingga akan ada ungkapan, “Aku ingin sekolah Theologi di Tarutung”, “Aku ingin belajar budaya Batak di Tarutung” dan lain sebagainya.

Semua potensi ini sesungguhnya dapat kita miliki. Tetapi kita lihat keadaan Tarutung sekarang, mungkin anda sendiri bisa menjawabnya. Kotor, serba tidak teratur dan lain sebagainya. Mari kita wujudkan Tarutung kota wisata Rohani yang bukan sekedar sebutan, kota Tarutung walaupun kecil namun mempesona, Kota Tarutung yang damai dan tenteram. Tidak ada anak sekolah yang bolos di waktu jam pelajaran sekolah. Kita kalahkan Jogja kota pelajar, kita ciptakan Tarutung kota sejuta pelajar.

 

Bayangan Kematian

Filed under: Uncategorized — thesmannababan @ 8:14 am

Aku takut pada cermin.

Terutama pada setiap bayangan orang-orang yang terpantul di dalamnya…

Jika ada satu hal yang dapat kuenyahkan dari dunia ini, itu adalah pantulan bayangan. Entah itu di cermin, kaca mobil, ataupun benda-benda mengkilap lainnya yang dapat memantulkan bayangan setiap objek di dalamnya dengan cukup jelas.

Bayangan-bayangan tersebut sungguh membuatku gila! Tak jarang sumsumku berdesir setiap saat secara kebetulan aku melewati objek mengkilat. Terutama jika aku melihat bayangan orang lain selain diriku sendiri di dalam cermin tersebut. Mungkin hal ini dianggap aneh bagi kebanyakan orang. Tetapi apa yang terjadi tiga tahun yang lalu benar-benar telah mengubah hidupku sepenuhnya.

Waktu itu aku baru saja merayakan ulang tahunku yang kelima belas. Siang itu aku menemani salah seorang bibiku ke salon langganannya. Sebenarnya aku agak malas menemani bibiku yang satu itu. karena jika ia sudah keasyikan mengobrol, gempa bumi yang super dahsyat atau hujan batu pun tak akan menghentikan ocehannya yang super lengkap, dari isu seputar kenaikan BBM, gosip artis, sampai si Chiko yang suka menguber-uber anjing betina tetangga sebelah kami. Pokoknya ampun-ampunan deh bibiku yang satu itu.

Maka dengan berbekal komik, sebatang coklat, dan MP4 yang baru kubeli dua hari sebelumnya, akhirnya dengan setengah hati aku pun menyetujui untuk ikut bibiku ke salon. Nggak apa-apalah, pikirku, siapa tahu bibiku bersedia mentraktirku pizza sepulang kami dari salon nanti, sebagai upahku menemaninya hari itu.

Akhirnya setelah terkantuk-kantuk di dalam tuk-tuk (sejenis kendaraan umum di Thailand) selama beberapa saat, kami tiba juga di gedung bercat merah muda itu. Bangunan berarsitektur Portugis itu masih kelihatan seindah dan semenarik dua tahun sebelumnya, ketika terakhir kali aku menemani ibu dan bibiku ke tempat tersebut. Dengan dinding luar berbalutkan relief bunga teratai ungu dan merah, salon itu berdiri megah di tengah himpitan gedung-gedung perkantoran lain yang menjulang tinggi di sekitarnya.

Salon itu tidak sepenuh biasanya. Maklumlah. Mungkin karena hari itu hari Rabu pagi. Dari kaca jendela luar hanya terlihat beberapa orang remaja putri di dalam dan seroang nyonya muda yang sedang di-crembath. Syukurlah, kataku dalam hati. Moga-moga bibiku cepat selesai. Aku sudah tak sabar ingin menikmati pizza kegemaranku!

Begitu kami melangkah masuk, aroma wewangian khas Thailand segera menyergap kehadiran kami berdua. dan seorang wanita muda berbusana daerah menyambut kami dengan senyum ramahnya. Ia dengan sigap mengantarkan bibiku ke ruang sebelah dalam sementara aku segera memarkirkan pantatku di kursi empuk di sudut ruangan dan mengeluarkan MP4 biru mudaku. Detik berikutnya aku telah asyik terlarut dalam komikku sambil mengunyah coklat dan mendengarkan lagu.

Waktu berlalu dengan cepat. Kira-kira satu jam kemudian bibiku sudah hampir selesai. Ia sedang mematut-matut dirinya di depan cermin. Aku bangkit dari kursi dan menghampirinya. Sekilas aku melirik ke arah cermin. Pada saat itulah aku melihat sesuatu yang aneh.

Wajah penata rambut yang pada saat itu sedang menyemprotkan hair spray pada rambut bibiku terlihat menyeramkan. Pelipis sebelah kirinya terlihat mengucurkan darah dan membasahi kemeja putihnya. Aku tersentak kaget! Segera aku memalingkan wajah dari cermin dan memperhatikan sang penata rambut yang berdiri tepat di samping kananku. Tapi ia terlihat baik-baik saja! Tak ada luka sedikit pun pada wajahnya dan kemejanya putih bersih.

Aku mulai kebingungan. Aku kembali memandang cermin. Dan apa yang kulihat tetap sama dengan apa yang kulihat pertama kali. Wajah dan baju yang merah oleh ceceran darah yang mengucur semakin deras!

Aku tak tahan lagi! Aku segera mengubah posisi berdiriku agar aku tak dapat melihat bayangannya di cermin. Semua ini benar-benar membuatku gila! Apakah ada yang salah dengan penglihatanku? Ataukah ini hanya imaginasiku belaka?

Tak lama kemudian bibiku selesai dan kamipun pulang ke rumah melalui rute yang sama. Sepanjang perjalanan aku mengunci bibirku rapat-rapat. Pikiranku benar-benar kalut! Aku masih bingung dengan apa yang baru saja kualami.

Selang beberapa minggu kemudian, bibiku kembali ke salon itu untuk creambath. Pada saat itulah kami mendengar kabar bahwa salah seorang penata rambut salon tersebut telah meninggal dunia dua minggu sebelumnya karena kecelakaan mobil dan ia adalah penata rambut yang waktu itu melayani bibiku! Katanya sewaktu ia hendak pulang ke rumah pada hari itu, di tengah jalan ia tertabrak oleh seorang pengendara motor ugal-ugalan sehingga tubuhnya terpental ke aspal dan kepalanya terbentur keras sehingga darah mengucur dari wajahnya. Orang-orang segera membawanya ke rumah sakit terdekat, tetapi ia meninggal dunia dalam perjalanan karena luka-lukanya sangat parah dan ia mengalami pendarahan hebat di kepalanya.

Aku tertegun.

Mendadak aku teringat penglihatan yang kualami waktu itu. Apakah itu merupakan firasat akan terjadinya sesuatu? Aku berusaha melupakan peristiwa tersebut dan kuanggap hal itu sebagai suatu kebetulan belaka. Sampai beberapa bulan kemudian….

*****

Hari sudah siang ketika aku dan Irene, teman sekelasku, pulang dari sekolah. Rumah kami berdekatan, sehingga hampir setiap hari kami pergi dan pulang sekolah bersama-sama. Dalam perjalanan pulang kami memutuskan untuk mampir ke mal terdekat untuk membeli beberapa perlengkapan sekolah.

Sewaktu kami melewati sebuah butik pakaian, secara kebetulan aku menoleh ke arah kaca etalase. Dan napasku tersentak. Aku dapat melihat bayanganku sendiri di kaca itu, tetapi di sampingku bukan bayangan Irene, melainkan ayahnya. Ia terlihat pucat dan sedih.

Jantungku berdegup keras. Aku teringat kembali peristiwa yang kualami beberapa bulan sebelumnya bersama bibiku. Aku tak tahu apakah hal yang sama akan terulang lagi. Aku tak berani mengucapkan sepatah kata pun tentang hal itu padanya. Aku tak ingin ia sedih memikirkan hal-hal yang belum tentu akan terjadi.

Malam itu aku baru saja akan pergi tidur ketika tiba-tiba telepon berdering. Ketika kuangkat, terdengar suara Irene. Ia tersedu-sedu. Aku langsung merasakan firasat buruk. Di sela isak tangisnya, ia berkata terbata-bata,

“Phrai, ayahku …” ia tak dapat melanjutkan kalimatnya. Ia hanya terisak pelan.

“Ada apa dengan ayahmu? Apa yang terjadi?” Mendadak aku merasa gugup dan tegang. Tanganku gemetaran. Pikiranku benar-benar kalut. Apakah ini…?

Tidak mungkin! Jangan!

Belum sempat aku berpikir lebih jauh, isakan Irene kembali terdengar.

“Ayahku tak sadarkan diri. Beberapa saat yang lalu ia mendapat serangan jantung. Kini ia sedang dalam perjalanan ke rumah sakit.”

Aku tersentak kaget. Seketika tubuhku lunglai dan jantungku berdegup tak karuan. Oh Tuhan, jangan biarkan firasatku menjadi kenyataan,, doaku dalam hati.

“Irene, kita berdoa saja, semoga beliau tidak apa-apa,” kataku sambil menarik napas panjang.

“Suster yang merawat ayahku mengatakan bahwa ayahku dalam kondisi kritis karena ia terlambat diberikan pertolongan,” Irene berkata lirih sambil terisak-isak.

Aku tak bisa mengatakan apa-apa lagi selain menghibur sahabatku itu. Malam harinya aku berdoa semoga firasatku meleset dan segalanya akan baik-baik saja. Aku sungguh-sungguh berusaha menghibur diriku sendiri bahwa apa yang kulihat waktu itu di kaca etalase toko bersama Irene adalah halusinasiku saja dan tidak ada sangkut pautnya dengan apa yang telah terjadi pada ayah Irene. Tetapi semakin aku berusaha meyakinkan diriku sendiri, semakin besar keraguan yang tumbuh jauh di lubuk hatiku bahwa apa yang kualami sebelumnya tidak akan terulang kembali.

Keesokan harinya aku kembali mendapat kabar dari Irene. ia mengabarkan bahwa ayahnya telah meninggal dunia malam itu juga. Aku sangat sedih mendengarnya. Terlebih-lebih karena aku telah mendapat pertanda tentang hal itu sebelumnya namun tak ada yang dapat kulakukan untuk mencegah musibah itu. Apakah ini suratan takdir? Jika ya, apa gunanya aku mendapatkan firasat itu jika aku sendiri tak dapat melakukan apa-apa untuk mencegahnya? Mengapa? Mengapa? Beribu tanda tanya berkecamuk dalam benakku, namun aku sungguh tak kuasa untuk menjawab semua pertanyaan itu. Semua peristiwa ini benar-benar membuatku stres!

Semenjak kedua peristiwa itu, aku masih mendapat penglihatan-penglihatan lain yang sering kali membuatku dibayangi perasaan bersalah, sedih, dan takut. Tak jarang aku melihat bayangan-bayangan menyeramkan dari orang-orang di sekililingku yang tak kukenal. Entah itu bayangan pedagang sayur yang kebetulan lewat di dekatku, atau bahkan seekor kucing liar yang melintas di hadapanku. Semua bayangan mereka sungguh membuatku merana!

Aku hanya bertanya-tanya, kapan kiranya, suatu hari nanti, aku akan melihat bayangan kematianku sendiri. Apakah hari ini? Besok? Lusa? Ataukah tahun depan? Atau bahkan sesaat lagi?

Aku hanya berharap semoga aku siap menghadapi hari itu.

Hari ketika bayanganku menjadi kenyataanku…

 

Macam Macam Hantu

Filed under: Uncategorized — thesmannababan @ 8:03 am

Kuntilanak dalam bahasa Melayu : puntianak, pontianak adalah hantu yang dipercaya berasal dari perempuan hamil yang meninggal atau wanita yang meninggal karena melahirkan dan anak tersebut belum sempat lahir.

Ada kemungkinan bahwa nama kuntilanak tersebut berasal dari gabungan kata “bunting” yang artinya hamil dsn anak dalam kepercayaan Melayu.

Sosok kuntilanak digambarkan dalam bentuk wanita cantik yang punggungnya berlubang. Kuntilanak digambarkan senang meneror penduduk kampung untuk menuntut balas.

Kuntilanak sewaktu muncul selalu diiringi harum bunga kamboja. Konon laki-laki yang tidak berhati-hati bisa dibunuh sesudah kuntilanak berubah wujud menjadi penghisap darah. Kuntilanak juga senang menyantap bayi dan melukai wanita hamil. Adanya perbedaan pendapat dalam penggambaran dari kuntilanak tersebut, karena tidak adanya teori yang pasti mengenai hal-hal gaib ini. Seperti halnya dalam cerita seram dan film horor di televisi Malaysia.

Kuntilanak digambarkan membunuh mangsa dengan cara menghisap darah di bagian tengkuk, seperti vampir. Agak berbeda halnya dengan gambaran menurut tradisi Melayu, dimana kuntilanak menurut tradisi Sunda tidak memiliki lubang di punggung dan hanya mengganggu dengan penampakan saja. Jenis yang memiliki lubang di punggung sebagaimana deskripsi di atas disebut sundel bolong.

Kuntilanak konon juga menyukai pohon tertentu sebagai tempat “bersemayam”, misalnya waru yang tumbuh condong ke samping (populer disebut “waru doyong”). Dalam tradisi dan kepercayaan masyarakat Jawa, kuntilanak tidak akan mengganggu wanita hamil bila wanita tersebut selalu membawa paku, pisau, dan gunting bila bepergian ke mana saja.

Hal ini menyebabkan seringnya ditemui kebiasaan meletakkan gunting, jarum dan pisau di dekat tempat tidur bayi. Lain halnya dengan kepercayaan masyarakat Melayu, benda tajam seperti paku bisa menangkal serangan kuntilanak. Ketika kuntilanak menyerang, paku ditancapkan di lubang yang ada di belakang leher kuntilanak. Sementara dalam kepercayaan masyarakat Indonesia lainnya, lokasi untuk menancapkan paku bisa bergeser ke bagian atas ubun-ubun kuntilanak.

Beberapa urban legend juga mengenal berbagai macam bentuk hantu yang biasanya terkait dengan riwayat sebab-akibat kematian orang yang menjadi hantu.

Meskipun bukan merupakan hantu, beberapa bentuk makhluk supranatural dikenal pula dalam mitos masyarakat, yang dianggap sebagai cara seseorang dalam menempuh ilmu tertentu atau mencari kemuliaan.

Tuyul, adalah salah satu mahluk gaib yang sering ditampilkan dalam cerita fiksi Indonesia. Dan dalam berbagai film atau gambar, tuyul digambarkan sebagai mahluk halus berwujud anak kecil dan kerdil, perawakannya gundul, dan ciri khas dari tuyul adalah mahluk ini suka mencuri.

Tuyul bekerja pada seorang majikan untuk alasan tertentu. Tuyul disini memiliki sifat yang sama dengan balita pada umumnya. Adapun tuyul memiliki sifat yang sama seperti anak-anak normal biasa dimana dia harus mencari induk semangnya sebagai ibu kandungnya. Tuyul diceritakan sebagai bayi yang mati baru beberapa bulan lalu dibangkitkan oleh dukun untuk tujuan-tujuan tertentu yang tidak baik

Dalam berbagai macam film tuyul dijelaskan sebagai sebuah roh suruhan dari induknya guna mencari kekayaan dengan cara mencuri dari orang-orang kaya atau yang disuruh induk semangnya. Tuyul adalah salah satu folklore dari pulau jawa disamping kuntilanak, genderuwo, banaspati, dsb.

Sundel bolong, digambarkan dengan wanita berambut panjang dan bergaun panjang warna putih dalam mitos hantu Indonesia. Sundel bolong ini diceritakan memiliki bentukan bolong dibagian punggung yang sedikit tertutup rambut panjangnya sehingga organ-organ tubuh bagian perut terlihat.

Dimitoskan hantu sundel bolong mati karena diperkosa dan melahirkan anaknya dari dalam kubur. Biasanya sundel bolong juga diceritakan suka mengambil bayi-bayi yang baru saja dilahirkan.

Pocong, adalah jenis hantu yang berwujud pocong, atau di Malaysia hantu berjenis ini dikenal pula sebagai hantu bungkus karena tubuhnya tertutup atau dibungkus rapat kain putih.

Tetapi disini penggambaran pocong amat bervariasi, dimana ada yang mengatakan bahwa pocong memiliki wajah berwarnah hijau dengan mata yang kosong. Penggambaran lain menyatakan, pocong berwajah “rata” dan memiliki lubang mata berongga atau tertutup kapas dengan wajah putih pucat.

Mereka yang percaya akan adanya hantu ini beranggapan, pocong merupakan bentuk “protes” dari si mati yang terlupa dibuka ikatan kafannya sebelum kuburnya ditutup. Meskipun di film-film pocong sering digambarkan bergerak melompat-lompat, mitos tentang pocong malah menyatakan pocong bergerak melayang-layang.

Hal ini bisa dimaklumi, sebab di film-film pemeran pocong tidak bisa menggerakkan kakinya sehingga berjalannya harus melompat-lompat. Keadaan ini pula yang menimbulkan suatu pernyataan yang biasa dipakai untuk membedakan pocong asli dan pocong palsu di masyarakat. Kepercayaan akan adanya hantu pocong hanya berkembang di Indonesia, terutama di Jawa dan Sumatera.

Walaupun penggambarannya mengikuti tradisi muslim, umat beragama lain pun ternyata dapat mengakui eksistensi hantu ini.

Genderuwo, adalah makhluk halus yang menyerupai kera tapi berbadan tinggi dan besar, makhluk ini suka tinggal di pepohonan, sepeti pohon beringin dan pohon-pohon besar lainnya karena wujudnya yang seperti kera raksasa

Wewe gombel, dikenal dalam tradisi Jawa yang artinya roh jahat atau hantu yang suka menculik anak-anak konon yang ditelantarkan dan diabaikan oleh orang tuanya, tapi wewe gombel disini biasanya hanya menakut-nakuti saja tapi tidak mencelakainya.

Disini wewe gombel akan memberi pelajaran pada orang tua si anak dengan cara menakutinya atas sikap dan perlakuannya kepada anaknya sampai mereka sadar, dan bila mereka telah sadar wewe gombel akan mengembalikan anaknya. Menurut cerita, Wewe Gombel adalah roh dari seorang wanita yang meninggal bunuh diri lantaran dikejar masyarakat karena telah membunuh suaminya.

Peristiwa itu terjadi setelah suami dari wanita itu berselingkuh dengan wanita lain. Sang suami melakukan hal itu karena istrinya tak bisa memberikan anak yang sangat diharapkannya. Akhirnya ia dijauhi dan dibenci suaminya lalu dikucilkan sampai menjadi gila dan gembel

Orang bunian adalah sejenis makhluk halus yang dikenal di wilayah Minangkabau, Sumatera Barat. Bentuknya menyerupai manusia, tinggal di tempat-tempat sepi, di rumah-rumah kosong yang telah ditinggal penghuninya.

Mendengar istilah orang bunian disini sering dikaikan dengan istilah dewa di minangkabau, yang memiliki arti dewa dalam hal ini sedikit berbeda dengan pengertian dewa dalam agama-agama Hindu maupun Buddha. Dewa dalam istilah Minangkabau berarti sebangsa makhluk halus yang tinggal di hutan atau di rimba, di pinggir bukit, di dekat pekuburan.

Dan pada waktu menjelang magrib di pinggir bukit akan tercium aroma yang umum dikenal dengan nama masakan dewa atau samba dewa, aroma dari samba dewa ini menyerupai aroma kentang goreng, untuk lebih jelasnya bisa kita ketahui bersama dari keterangan langsung dari masyarakat

Minangkabau dimana mitos dsini sulit untuk dijelaskan secara pasti. Satu hal lagi, dewa lebih dikonotasikan bergender perempuan, yang cantik rupawan, bukan laki-laki seperti persepsi yang umum di agama lain. Selain itu, masyarakat juga meyakini bahwa ada peristiwa orang hilang disembunyikan dewa; ada juga istilah orang dipelihara dewa, yang semenjak bayi sudah dilarikan oleh dewa. cerita ini masih masyur hingga saat ini.

Siluman dalam kebudayaan Indonesia merupakan mahluk gaib atau halus yang tinggal dalam komunitas dan menempati suatu tempat. Mereka melakukan aktivitas kehidupan sehari-hari layaknya manusia biasa. Mereka juga mengenal peradaban.

Siluman dapat berasal dari manusia biasa yang kemudian meninggalkan alam kasar atau setelah orang meninggal ruhnya masuk dalam masyarakat itu, atau memang sudah merupakan makhluk halus sejak awalnya. Pertemuan antara manusia dengan siluman seringkali menjadi bagian dari cerita-cerita misteri yang digemari.

Leak, dikenal dalam mitologi Bali dimana leak ini adalah penyihir jahat, le yang artinya penyihir dan ak artinya jahat. Leak hanya bisa dilihat pada malam hari yang biasanya hanya bisa dilihat oleh para dukun pemburu leak, dimana pada siang hari ia tampak seperti manusia pada umumnya.

Pada malam hari leak ini berada di kuburan untuk mencari organ-organ tubuh manusia atau jeroan yang digunakan untuk membuat ramuan sihir. Ramuan sihir ini berguna untuk mengubah bentuk leak tersebut menjadi seekor harimau,kera, babi atau menjadi seperti rangda, atau lebih ekstrim lagi terkadang ia mampu mengambil organ dari orang yang masih hidup.

Diceritakan juga bahwa Leak dapat berupa kepala manusia dengan organ-organ yang masih menggantung di kepala tersebut. Leak dikatakan dapat terbang untuk mencari wanita hamil, untuk kemudian menghisap darah bayi yang masih di kandungan. Ada tiga leak yang terkenal. Dua di antaranya perempuan dan satu laki-laki.

Sihir Leak disini hanya berfungsi di pulau Bali, oleh karena leak hanya ditemukan di Bali.Menurut kepercayaan Leak adalah manusia biasa yang mempraktekkan sihir jahat dan membutuhkan darah embrio agar dapat hidup. Dikatakan juga bahwa Leak dapat merubah diri menjadi babi atau bola api, sedangkan bentuk Leyak yang sesungguhnya memiliki lidah yang panjang dan gigi yang tajam..

Apabila seseorang menusuk leher Leak dari bawah ke arah kepala pada saat kepalanya terpisah dari tubuhnya, maka Leak tidak dapat bersatu kembali dengan tubuhnya. Jika kepala tersebut terpisah pada jangka waktu tertentu, maka Leak akan mati.

Rangda, Lain leak lain halnya dengan rangda. Nama Rangda berarti juga janda.Rangda adalah Ratunya para leak dalam mitos yang berkembang di pulau bali.

Makhluk yang menakutkan ini diceritakan sering menculik dan memakan anak kecil serta memimpin pasukan nenek sihir jahat melawan Barong, yang merupakan simbol kekuatan baik.Diceritakan bahwa kemungkinan besar Rangda berasal dari ratu Manendradatta yang hidup di pulau Jawa pada abad yang ke-11.

Ia diasingkan oleh raja Dharmodayana karena dituduh melakukan perbuatan sihir terhadap permaisuri kedua raja tersebut. Menurut legenda ia membalas dendam dengan membunuh setengah kerajaan tersebut, yang kemudian menjadi miliknya serta milik putra Dharmodayana, Erlangga. Kemudian ia digantikan oleh seseorang yang bijak..Rangda sangatlah penting bagi mitologi Bali. Pertempurannya melawan Barong atau melawan Erlangga sering ditampilkan dalam tari-tarian.

Tari ini sangatlah populer dan merupakan warisan penting dalam tradisi Bali. Rangda digambarkan sebagai seorang wanita dengan rambut panjang yang acak-acakan serta memiliki kuku panjang. Wajahnya menakutkan dan memiliki gigi yang tajam.

Jin, yang secara harfiah berarti sesuatu yang berkonotasi “tersembunyi” atau tidak terlihat. Dan dalam Islam dan mitologi Arab pra-Islam, jin adalah salah satu ras mahluk yang tidak terlihat dan diciptakan dari api.

Jadi jin menurut bahasa berarti sesuatu yang tersembunyi dan halus, sedangkan syetan ialah setiap yang durhaka dari golongan jin, manusia atau hewan.Dinamakan jin, karena ia tersembunyi wujudnya dari pandangan mata manusia. Itulah sebabnya jin dalam wujud aslinya tidak dapat dilihat mata manusia.

Kalau ada manusia yang dapat melihat jin, maka jin yang dilihatnya itu adalah jin yang sedang menjelma dalam wujud makhluk yang dapat dilihat mata manusia biasa.

 

Sasuke Vs Kakhasi

Filed under: Uncategorized — thesmannababan @ 7:57 am

Reuni Guru dan Murid

Naruto – Kisah berlanjut makin menegangkan, Kakashi berhenti didepan kiba, lee dan sai. kakashi menepuk-nepuk pipi kiba “bangun!”kata kakashi. “mmm…” kata kiba membuka sebelah matanya. “dimana sakura?”tanya kakashi. “dia mengejar sasuke bukan?ke arah mana perginya?”tanya kakashi lagi. “ke utara.”jawab kiba dan kembali tertidur.

“Sial kau sakura, tsunade pasti mengajarkan bagaimana membuat gas tidur yang kuat.. mereka akan tertidur untuk sementara…” kata kakashi mengangkat kiba ke tepi jalan. berikutnya akamaru, lee dan sai. “Maaf teman-teman aku tinggalkan kalian disini,” kata kakashi.

sementera di tempat sasuke.. sakura melompat mendekat ke sasuke dan karin. “kenapa kau ingin ikut denganku, apa maksudmu?”tanya sasuke. “aku tak punya maksud apa-apa! sejak kau meninggalkan desa, saya menyesal tak ikut denganmu!”jawab sakura.

“siapa gadis itu, apa dia teman lama sasuke… pasti dia juga mencintai sasuke…”pikir karin. “aku akan melakukan apapun yang kau minta, aku tak mau lagi menyesal,kata sakura. “kau tau apa mauku?”tanya sasuke. “aku tak peduli!aku akan mengikuti semua perintah yag kau berikan padaku!!”jawab sakura. “menghancurkan konoha!! itulah tujuanku utamaku…”kata sasuke. sakura kaget mendengarnya.

“Apa kamu mau mengancurkan desa demi aku?”tanya sasuke. “ya aku mau jika itu yang kau perintah dariku..” jawab sakura. “mmmhh baiklah buktikan… bunuh dia, dan saya akan menerima tawaranmu”kata sasuke menunjuk karin yang tergeletak sekarat.sakura kembali terkejut. dan badannya bergetar. tapi dia mengeluarkan kunainya dan berjalan mendekat “siapa dia?”tanya sakura.

“dia adalah seorang anggota tim ku ‘taka’, seperti kau lihat dia tak berguna lagi sekarang. kau ninja medis kan sakura, ini sempurna kau bisa menggantikan posisinya.”kata sasuke. “sungguh tak ada hatinya dia bukan sasuke yang dulu lagi. dia telah sangat banyak berubah” pikir sakura.

sakura datang mendekati karin. “apa kau bisa melakukannya sakura?”tanya sauke. “jika saya bisa menusuknya sekarang semua akan berakhir” pikir sakura, sakura menahan perasaannya matanya terpejam. “sasuke.. hentikanlah”suara lirih karin menyadarkan sakura. sasuke telah berada di belakang sakura dengan chidorinya. sakura terkejut dan menoleh ke belakang.

tanpa pikir panjang sasuke melesatkan chidori ke arah muka sakura. dia tak sempat menghindar lagi dan kakashi datang disaat tepat waktunya. kakashi memegang tangan sasuke . sakura heran. “dia ingin membunuhmu sakura”pikir kakashi. “kau sudah jatuh terlalu dalam sasuke”kata kakashi. sasuke menendang kakashi. kakashi melompat dan menendang sasuke sehingga sasuke terlempar mundur.

“satu lagi datang..” kata sasuke. “kau ingin membunuh sasuke sendirian kan sakura?”tanya kakashi. sakura terdiam. “tak ada alasan kau menanggung beban ini sendiri. sebagai ketua tim 7, aku menyalahkan diriku yang terlambat mengetahui kesalahan tim. mungkin aku akan coba meyakinkan diriku sendiri… saya minta maaf jadi guru yang buruk bagi kalian semua. “kata kakashi. “tidak kau..”ucap sakura terbata.

“sasuke aku tak suka mengulang kata-kata tapi saya akan mengatakannya untuk terakhir kalinya, “hentikan semua balas dendam mu” kata kakashi. tiba-tiba sasuke tertawa lebar. “kembalikan itachi padaku dan ibuku, ayahku dan juga klanku… kembalikan mereka semua! maka aku akan berhenti!”teriak sasuke.

“Aku tak mau membunuhmu” kata kakashi. “haha,, kau pikir bisa membunuhku!! jangan berlagak kau masih guruku, itu sudah lama berlalu! aku ingin sekali membunuhmu aku ingin merasakannya” kata sasuke.

“madara telah membuat pikiran sasuke jelek, pikir kakashi. “bawa gadis ini sakura dan obati dia sampai bisa bicara. masih ada cukup waktu. dia punya banyak informasi tentang musuh.” ucap kakashi pada sakura. “sedangkan kau guru?”tanya sakura. “sakura bawa gadis itu dan pergi dari sini.”kata kakashi mengulangi. “saya melihat ini dengan tekad yang sama sepertimu. itulah tugasku sebenarnya” kata kakashi. “sekarang pergilah sakura, cepat

naruto dengan mode sage masih dalam perjalanan. “tak peduli sedalam apa Orochimaru jatuh. hokage ketiga masih tetap menyanyanginya”, aku mengerti sekarang apa yang dialaluinya bertahun lalu.”ucap kakashi sambil mengingat hokage ketiga. kakashi membuka jubah dan mengeluarkan sharingannya. “sesaat lagi… nasib mu akan sama dengannya!” kata sasuke.”

pertarungan antara guru dan murid terulang lagi, akankan guru yang menang, sementara naruto terus mendekati sasuke dan kakashi. sakura berusaha menyembuhkan karin dan bermaksud ingin mencari informasi darinya.

 

Cerita Ketemu Hantu

Filed under: Uncategorized — thesmannababan @ 7:46 am
Cerita Hantu Kisah Nyata Ketemu Hantu
Cerita Hantu Kisah Nyata Ketemu Hantu


Hari minggu waktu itu gw pulang dari gereja jam 7 malem. Gw langsung balik kerumah gan. Gara2 kecapean gw langsung tidur, nah gw kebangun gara2 kelaperan kira2 jam 11.20.

Ya udah gw kluar rumah, mau beli nasi goreng didepan jalan. Gw jalan sendiri tanpa siapa-siapa, tanpa motor tercinta. Hanya bermodalkan duit 12ribu, gw jalan teruuuus. Emang situasi dirumah gw itu sawah, jalan udah diaspal tapi rusak lagi, gelap sama sekali. Ada beberapa kuburan asli orang situ “betawi”, jembatan, sungai. Sekali lagi, selama perjalanan gw engga ada sama sekali lampu untuk jalan. Hanya ada lampu dr rumah penduduk, itu pun penduduknya jarang2. Gw udah biasa sih jadi ya cuek aja.

Nah singkat cerita gw sampe di tukang nasi goreng. Pesen nasi goreng spesial sama emping nya 2, pass 12ribu. Selesai makan gw langsung balik.
Nah pas sampe gw liat di gubuk warung gitu ada perempuan memakai daster putih, rambutnya panjaaaaaang. Gw sih cuek, gw pikir itu mbak2 warung. Pass gw tegor misiii mbak. Nah dia samperin gw.
Beginilah percakapan gw sama dia.

Gw (G): Misi mbak, lagi sibuk yah. [Gw nanya gini, soalnya gw liat dia lagi nyuci piring gitu atau lagi ngapain gituu. Gak tau deh pokoknya. Keceplosan kali gw ngomong kayak gini.]
Embak (M): Eh iya mas. *nyamperin gw*
G : Embak mau kemana nih?
M : Mau kedepan mas.. [Gw masih inget banget dia panggil gw MAS]
G : Ohh, oh iya mbak, malem2 ngapain dsitu? Kan warungnya tutup.
M: Gpp kok den, jalan2 aja. [Gw heran tiba2 dia panggil gw DEN, maksudnya apa nih? ]
G: Hahaha, ada2 aja nih si embak. *neplok kaki, banyak nyamuk.aaaaAAAaaaaaarrrggghHHHhh! Nah gw baru liat klo kaki si Embak itu engga napak* [jadi telapak kaki dia sejajar di mata kaki gw]
M: Hihihiihihi.
G: Kenapa toh mbak? *Baru gw deg-degan, keringetan, tp santai aja*
M: Kenapa apanya den?
G: *Gw paksa ngomong ke dia* Mbak, maaf ya mbak. Kita ini berbeda, saya manusia, sedangkan mbak roh. Tidak baik kalau jalan berbarengan seperti ini. Sebaiknya mbak pulang ke tempat asal mbak. Ingat mbak, terang dan gelap tak bisa menyatu. Mbak dan saya tidak bisa berteman. *Sumpah gw ngomong kayak gini asal nyeplos doang, saking takutnya.*
M: Aden, bantu saya den.
G: Bantu apa mbak?
M: Bantu saya mencari pacar saya den.
G: Dia masih hidup mbak?
M: Iya den. Dia mengkhianati ku den.
G: *SHOCK* Mbak, tadi kan saya udh ngomong. Terang dan gelap takkan bisa menyatu. Jadi saya mohon ikhlas-kanlah semua itu mbak. Saya yakin mbak akan tenang jika meng-ikhlas-kan apa yang terjadi. Percaya omongan saya mbak
M: *diiiiaaaam tak ada kata*
G: Gimana mbak? Saya di pertigaan itu harus belok kanan. Mbak mau kemana?
M: Saya lurus saja den.
G: Oke mbak. Ingat kata2 saya yang tadi yah mbak. *Ket: Belok Kanan kearah rumah gw. Lurus: SAWAAAAH!*

WHAT THE FUUUUUUCCCCCCCCCCCCk!!!
Gw jalan bareng setan? Huuuuaaaaaaaaaah! Langsung lari gw ampe rumah gw.
Sampe dirumah teriak2….
Maaaaaaaaaaaaaaaakkk, bukaaain pintuuu! Bukaaaaaaa!
Cepeeeet!
Emak gw bingung, gw bilang aja engga ada apa2 mak. Nanti emak gw parno lewat situ.

Sorry gan, gw gak sempet foto. Gak bawa kamera, gak bawa handphone. Lagipula gelap bgt gan.
Beneran gan ini gw alami kemaren malem…. Ampe sekarang gw nulis ini, gw masih kebayang muka tuh hantu..

Mukanya kayak pembantu2 gitu, engga pucat2 banget. Seperti muka capek gitu gan. Logat bahasa jawa sangat halus. Kata “Den” yang dia ucapkan itu masih gw inget banget.

Dengan gw mengalami hal itu gw baru sadar, tak ada batas ruang waktu untuk kita bertemu dan berjumpa dengan roh halus. Niat mereka baik, jadi kalau bertemu ladenilah / tanggapi mereka, jangan kabur. Karena itu akan membuat dia penasaran dan mengejar. Dan hal yang paling penting, SAWAAAAAAH! Yang biasa gw kecil tempat main layangan, kini menjadi tempat dia. Gw yakin disitu juga ada teman2nya yang lain.

Makasih ya juragan semua yang sudi membaca curhatan gw ini.

SEKALI LAGI! INI BENERAN GAN! Sumpah, gw gaaak boong!

Lokasi kejadian kalo mau ngecek.

Jl. H. Jiun. Kampung Perigi Lama.
Dari sektor 9 Bintaro kearah British School. Ketemu pom bensin, ada belokan belok deh. Jalannya turunan, lokasi si Mbak gubuk warung deket jembatan. Jembatannya engga ada pegangannya… Tepatnya belakang Villa Bintaro Regency Blok A.

***
Eitzz.. ternyata masih ada lagi ne bro.. baca juga yang ini.. asli dari pengalaman anak kaskus juga.. cek ke tkp http://www.kaskus.us/showthread.php?t=2220241&page=101

wah , jadi keinget kejadian ane pas kuliah dulu gan…

Jadi ceritanya ane dulu ngekos… di bedeng2an khusus cewe, bedengan tdri dr 3 ruang, ruang utama, dapur ama kamar mandi…
wkt itu abis maghrib ceritanya..

selese sholat ane kan mo ngidupin tipi nih, tp ternyata… dipojokan ruang utama ane ngeliat ada cewe rambut panjang, kumel and tanpa ekspresi gan, cuma tatapan matanya yg bikin ane gak tahan.. takuuuut setengah mati….
Pingin jerit tapi takut ntar malah diapa2in, pingin keluar tp pintu kekunci dan kuncinya ntah di tas, ntah di bawah kasur ane udah gak jelas lagi… keringet dingin deh pokoknya….
Akhirnya ane pura2 gak tau aje gan… nonton tipi aja, pura2 gak ngeh ada dia, dalem ati seluruh doa udah ane baca.. sampe doa makan juga ane baca… saking takutnya…
setelah kira 15 menitan gitu tuh cewe udah ga ada, dengan lemesnya ane ngubek2 nyariin kunci… pas dapet ane lngsung ngacir ke pintu…
eh… tp gak tau kenapa, ane tiba2 dah ada di depan tipi lagi, kayak abis bangun tidur gitu… kejadian buka pintu ini terulang ampe dua kali… sampe akhirnya ane bener2 berhasil mencapai pintu kamar kos temen ane. Nyampe di kamar kos temen ane katanya muka ane dah pucet banget, badan basah oleh keringet n gemeteran….
ampun dah… jgn sampe terulang kembali..