Thesman nababan's Blog

Just another WordPress.com weblog

Tarutung Nauli Februari 24, 2010

Filed under: Uncategorized — thesmannababan @ 8:25 am

“ DANG MALUNGUN AHU TU TARUTUNG…!!!”

Mungkin terlalu ekstrim jika aku berkata demikian. Bahkan jika teman-teman sesama anak Tarutung membacanya, mungkin sumpah serapah akan keluar memaki-maki aku. Namun sesungguhnya kata-kata ini aku katakan karena kepedulianku terhadap kampung kita Taruna (Tarutung Nauli). Dang Malungun Ahu Tu Tarutung, bukan berarti serta merta tidak ada kerinduan sedikit pun di hati ku terhadap kampung ku ini. Tapi inilah kerinduan ku yang sangat besar hingga terucap kat-kata ini.

Jika kita sadari sesungguhnya, apa sih yang membuat kita rindu untuk pulang ke Tarutung. Pasti jawabannya bisa ditebak, diantaranya “Ada kenangan masa kecil ku dulu”, “Waktu aku sekolah dulu ada kisah lucu dan sebagainya”, atau “Ai ido huta hatubuan hu”. Lain dari situ tidak ada lagi. Saya sendiri ingin menumbuhkan suatu kerinduan yang tidak hanya sebatas itu. Kerinduan-kerinduan yang seperti itu hanya dimiliki orang-orang Tarutung saja, sementara orang lain yang pernah berkunjung ke Tarutung belum tentu.

Mungkin perlu kita adakan penelitian, kenapa saat Natal dan Tahun Baru, jumlah perantau Tarutung yang pulang kampung tiap tahun semakin menurut. Banyak orang berpendapat ini hanya dampak dari krisis ekonomi. Benar, tapi apakah semua orang langsung miskin karena krisis ekonomi sehingga tidak bisa pulang sekali dalam setahun. Tidak, pasti ada sebab lain dibaliknya. Pendapat pribadi saya sendiri, hal ini adalah sebab kuat yang menjadi alasan mereka untuk pulang ke Tarutung.

Lain hal nya seperti orang-orang yang berkunjung ke tempat lain, Paris misalnya atau Bali. Coba kita Tanya, apa yang kau rindukan dari tempat itu? Pasti jawabnya, “So sweet, pokoknya Prancis sangat romantis”, “Aku ingin melihat lagi kilauan lampu-lampu jalanan kota Paris”, “Aku ingin melihat menara Eifel” atau “Pantai Kuta indah banget” dan bla,,bla,, yang lainnya.

Hal seperti ini yang ingin aku dengarkan dari orang-orang. Kenapa tidak mungkin kita bisa membuat kampung kita ini menjadi pusat pengembangan kebudayaan Batak dan pengembangan Agama Kristen di Indonesia. Sehingga akan ada ungkapan, “Aku ingin sekolah Theologi di Tarutung”, “Aku ingin belajar budaya Batak di Tarutung” dan lain sebagainya.

Semua potensi ini sesungguhnya dapat kita miliki. Tetapi kita lihat keadaan Tarutung sekarang, mungkin anda sendiri bisa menjawabnya. Kotor, serba tidak teratur dan lain sebagainya. Mari kita wujudkan Tarutung kota wisata Rohani yang bukan sekedar sebutan, kota Tarutung walaupun kecil namun mempesona, Kota Tarutung yang damai dan tenteram. Tidak ada anak sekolah yang bolos di waktu jam pelajaran sekolah. Kita kalahkan Jogja kota pelajar, kita ciptakan Tarutung kota sejuta pelajar.

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s